DISEMINASI PEMBELAJARAN STRUKTUR DAN FUNGSI BIOMOLEKUL PROTEIN BAGI GURU WILAYAH MGMP-1 JAKARTA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.21009/sarwahita.201.3Keywords:
Guru, Miskonsepsi, Pembelajaran, Struktur dan Fungsi Biomolekul, Wilayah Jakarta Timur-1, MGMPAbstract
Materi biokimia di SMA dipelajari pada kelas XII dengan salah satu pembahasan mengenai biomolekul protein. Pada pandemi COVID-19, terjadi perubahan sistem pembelajaran yang membutuhkan berbagai inovasi agar pembelajaran berlangsung efektif. Program pengabdian pada masyakarat ini, melakukan pengembangan pembelajaran struktur dan fungsi biomolekul protein bagi guru MGMP Wilayah Jakarta Timur-1 melalui desiminiasi elektonik modul Struktur dan Fungsi Protein hasil penelitian sebelumnya serta praktikum berbasis bahan rumahan dengan teknik blended learning. Pelaksanaan P2M yang dilakukan bersama Tim UNJ pada Guru-guru Kimia MGMP Jakarta Timur wilayah 1 berjalan dengan lancar. Peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan dan ikut berkontribusi dalam pelaksanaan dan mengamati praktikum uji kualitatif asam amino dan protein menggunakan bahan-bahan yang ada disekitar rumah, ramah lingkungan, dan sekaligus menerapkan konsep green chemistry. Berdasarkan hasil umpan balik, 90% peserta merasa puas dengan penyampaian materi yang disampaikan, memperoleh wawasan baru, relevan dengan yang diharapkan, dapat diimplementasikan di sekolah, dan menimbulkan ide baru untuk mendesain pembelajaran yang inovatif. Sehingga diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Universitas Negeri Jakarta bekerjasama dengan MGMP wilayah Jakarta Timur 1 sebagai wilayah binaan yang meliputi kecamatan Cakung, Duren Sawit, Jatinegara, Matraman, dan Pulogadung, dapat bermanfaat dalam menyebarluaskan IPTEKS dan meningkatkan kompetensi guru.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Sarwahita allow the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Sarwahita CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work. In developing strategy and setting priorities, Sarwahita recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Sarwahita is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
Share - copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
