Optimasi Mutu dan Efisiensi Produksi Beras melalui Penerapan Teknologi Color Sorter dan Dryer CV. Rahma 35, Kabupaten Sidrap

Authors

  • Astrini Padapi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Indonesia 91651
  • Dhiva Aulia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Indonesia 91651
  • Muh. Qisand Alif Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Indonesia 91651
  • Nursyamsih Nursyamsih Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Indonesia 91651

DOI:

https://doi.org/10.21009/sarwahita.231.01

Keywords:

Color Sorter, Production Efficiency, Rice Milling

Abstract

This community service program aims to address low milling quality and prolonged drying times at CV. RAHMA 35 in Sidrap Regency. Through a Participatory Mentorship approach involving MBKM students, the team implemented interventions including Color Sorter technology and drying machines (Dryer), accompanied by two weeks of technical training. The program also integrated experiential learning and on-the-job training to strengthen workers’ technical competencies and support sustainable technology adoption. The results demonstrated a significant improvement in the physical quality of the rice, with the percentage of broken rice decreasing from 15% to 8%. Furthermore, drying time efficiency improved drastically from 3–5 days to only 14 hours. Human resource capacity enhancement was also measured by an increase in worker competency scores from 45 to 75. In addition, the implementation of simple digital recording and operational standard procedures (SOPs) contributed to improving production management and maintaining quality consistency. This program proves that the adoption of appropriate technology combined with intensive mentoring is capable of sustainably enhancing the competitiveness of rice milling SMEs. The findings also highlight the importance of collaboration between universities, students, and local industries through the MBKM framework in accelerating technology transfer and strengthening rural agroindustry development.

 

Abstrak

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi rendahnya kualitas giling dan lamanya waktu pengeringan di CV. RAHMA 35, Kabupaten Sidrap. Melalui pendekatan Participatory Mentorship yang melibatkan mahasiswa MBKM, tim melakukan intervensi berupa implementasi teknologi Color Sorter dan mesin pengering (Dryer) disertai pelatihan teknis selama dua minggu. Program ini juga mengintegrasikan metode experiential learning dan on-the-job training untuk memperkuat kompetensi teknis pekerja serta mendukung keberlanjutan adopsi teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada mutu fisik beras dengan penurunan persentase beras pecah dari 15% menjadi 8%. Selain itu, efisiensi waktu pengeringan meningkat drastis dari 3–5 hari menjadi hanya 14 jam. Peningkatan kapasitas SDM juga terukur dari kenaikan skor kompetensi pekerja dari 45 menjadi 75. Di samping itu, penerapan pencatatan digital sederhana dan prosedur operasional standar (Standard Operating Procedures / SOP) turut mendukung peningkatan manajemen produksi dan menjaga konsistensi mutu hasil produksi. Program ini membuktikan bahwa adopsi teknologi tepat guna yang disertai pendampingan intensif mampu meningkatkan daya saing UMKM penggilingan beras secara berkelanjutan. Temuan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan industri lokal melalui skema MBKM dalam mempercepat transfer teknologi serta memperkuat pengembangan agroindustri pedesaan.

Downloads

Published

2026-04-30