Edukasi Mitigasi Bencana dalam Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan di Posyandu Remaja Puskesmas Mabelopura Kota Palu

Authors

  • Muhammad Rizki Ashari Universitas Tadulako, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 94148
  • Nur Mila Sari Universitas Tadulako, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 94148
  • Vidiyanto Vidiyanto Universitas Tadulako, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 94148
  • Novi Inriyanny Suwendro Universitas Tadulako, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 94148
  • Miftahul Haerati Universitas Tadulako, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 94148
  • Mohammad Ilham Universitas Tadulako, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 94148
  • Gilang Pradana Perkasa Bahmid Universitas Tadulako, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 94148

DOI:

https://doi.org/10.21009/sarwahita.231.02

Keywords:

Disaster Mitigation, Earthquake, Tsunami, Adolescent Preparedness, Disaster Education

Abstract

Adolescents in Palu City live in a seismic and tsunami-prone area, while initial coordination with the Youth Posyandu of Mabelopura Community Health Center indicated that structured disaster-mitigation education had not been provided routinely. This community service activity aimed to strengthen the cognitive component of disaster preparedness among adolescents through disaster-mitigation education integrated into Youth Posyandu activities. The activity was conducted on 13 September 2025 at the Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Islamic Boarding School in Palu City and involved 50 adolescent participants. The implementation consisted of coordination with the community health center, a 10-item pre-test mapped to cognitive preparedness indicators, a 45-minute interactive education session using PowerPoint and earthquake-mitigation leaflets, discussion, and a post-test. The evaluation measured changes in disaster-mitigation knowledge; practical evacuation skills were identified as an aspect requiring follow-up simulation. The mean percentage of correct answers increased from 72.0% before education to 88.2% after education, with improvement in 8 of 10 indicators. The largest improvement occurred in the structural and non-structural mitigation indicator (from 6% to 60%; +54 percentage points), followed by the basic concept of mitigation (+40 percentage points) and the purpose of mitigation (+36 percentage points). The activity improved adolescents' knowledge and awareness of actions before, during, and after earthquake/tsunami events and supports Youth Posyandu as a community-based channel for disaster education. Future programs should combine education with evacuation drills and observational checklists to assess skills-based preparedness.

 

Abstrak

Remaja di Kota Palu hidup di wilayah rawan gempa bumi dan tsunami, sementara hasil koordinasi awal dengan Posyandu Remaja Puskesmas Mabelopura menunjukkan bahwa edukasi mitigasi bencana belum diberikan secara rutin dan terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat komponen pengetahuan kesiapsiagaan remaja melalui edukasi mitigasi bencana yang diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu Remaja. Kegiatan dilaksanakan pada 13 September 2025 di Pondok Pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Palu dengan melibatkan 50 peserta remaja. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan puskesmas, pre-test 10 item yang dipetakan pada indikator kesiapsiagaan kognitif, edukasi interaktif selama 45 menit menggunakan PowerPoint dan leaflet mitigasi gempa bumi, diskusi, serta post-test. Evaluasi difokuskan pada perubahan pengetahuan mitigasi bencana, sedangkan keterampilan evakuasi praktis diidentifikasi sebagai aspek yang perlu dinilai melalui simulasi lanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan rerata jawaban benar meningkat dari 72,0% sebelum edukasi menjadi 88,2% setelah edukasi, dengan peningkatan pada 8 dari 10 indikator. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator mitigasi struktural dan non-struktural (dari 6% menjadi 60%; +54 poin persentase), diikuti konsep dasar mitigasi (+40 poin persentase) dan tujuan mitigasi (+36 poin persentase). Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya pengetahuan dan kesadaran remaja tentang tindakan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi/tsunami, sekaligus menunjukkan potensi Posyandu Remaja sebagai wadah edukasi kebencanaan berbasis komunitas. Program berikutnya perlu dilengkapi simulasi evakuasi dan lembar observasi agar kesiapsiagaan berbasis keterampilan dapat dinilai lebih komprehensif.

Downloads

Published

2026-04-30