Rasionalitas Remaja Menggunakan Jilbab Syar’i di Era Fashion Jilbab Modern Terkini
(Studi Kasus: Enam Remaja di Kelurahan Rawa Buaya dan Duri Kosambi Jakarta Barat)
Keywords:
Meaning, Rasionality, Shar'i HijabAbstract
This study aims to explain the rationality of teenagers in using the syar'i hijab in the current era of modern hijab fashion among teenagers in Rawa Buaya and Duri Kosambi sub-districts, West Jakarta. This study uses a qualitative approach with a case study method. Research data were obtained through observation, in-depth interviews, documentation, and literature studies. The subjects of this study consisted of 6 key informants and were supplemented by 6 triangulation informants. The results of the study showed that there were three reasons behind teenagers using the syar'i hijab, namely religious practice, appearance, and social environment. These reasons indicate the existence of value rationality and instrumental rationality. The value rationality seen in the use of the syar'i hijab by teenagers includes the form of practice carried out in everyday life, an expression of their submission to God, a symbol of religious identity, and obligations in religion. While instrumental rationality is the hijab as a means to achieve goals, these goals include feeling safer and more comfortable, avoiding sinful acts, and beautifying oneself.
References
Buku
Andrianie Santy, dkk. (2019). Karakter Religius: Sebuah Tantangan dalam Menciptakan Media Pendidikan Karakter. Qiara Media: Pasuruan Jawa Timur
Barnard Malcolm. (2018). Fashion sebagai komunikasi: cara mengomunikasikan identitas sosial, seksual, kelas, dan gender. Yogyakarta : Jalasutra
Berger Peter L. dan Thomas Lukman. (1990). Tafsir Sosial atas Kenyataan, Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan. Jakarta: LP3ES
BPS Kota Jakarta Barat. (2021). Kecamatan Cengkareng dalam Angka 2021. Jakarta: CV.Josevindo
Ezzy Doug. (2015). Spirituality, Johana Wyn dan Helen Cahill, ed. Handbook of Children and Youth Studies. Springer Singapore Heidelberg New York Dordrecht London
Guindi Fadwa El. (2006). Jilbab: Antara Kesalehan, Kesopanan, dan Perlawanan. Jakarta: Serambi
Haya. (2001). Ensiklopedia Wanita Muslimah. Jakarta : Darul Falah
Hisyam Muhammad dkk. (2019). Fesyen Muslimah dan Tranformasi Kultural. Lipi Press
Jamaludin Adon Nasrullah. (2017). Sosiologi Perkotaan Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya. Bandung: Cv Pustaka Setia
John W. Creswell. (2015). Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: PustakaPelajar
Jones Pip dkk. (2016). Pengantar Teori Teori Sosial. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Lindenberg Siegwart dkk. (2002). Theorizing From Assumptions of Rationality, Jonathan H. Turner,ed.. Handbook of Sociology and Social Research. Spinger Science-Businness Media, LCC
Max Weber. dalam Craig Calhoun dkk. (2007). Classical sociological theory. Blackwetl Publishing Ltd
Mulyani. (2008). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya
R. Semiawan Conny. (2010). Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. Jakarta : Penerbit PT Garansindo
Santoso Listiyono dkk. (2007). Epistemologi Kiri. Ar Ruzz Media : Yogyakarta
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Penerbit Alfabeta
Suhada Idad ed. Nita Muliawati. (2016). Ilmu Sosial Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Surtiretna Nina. (2010). Jilbab itu indah : panduan bagi Muslimah. Bandung: Kiblat Buku Utama
Weber Max. (2007). The Sociological Theory of Max Weber. Craig Calhoun dkk, ed., Classical Sociological Theory. Blackwell Publishing
Jurnal
Arshad Muhammad. (2012). Culture of Veil among University Students in Pakistan. International Journal of Learning & Development. Vol. 2. No. 3
Bundhoo Harsha. (2016). Perceptions and Reasons for Veiling: A Qualitative Study. Psychology and Developing Societies. Vol.28
Syarief Husyein. (2015). Antropologi Jilboob: Politik Identitas, Life Style, dan Syari'ah. Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia. Vol.4. No.2
Kaddi Sitti Murni & Enjang Muhaemin. (2020). Motif dan Makna Berjilbab Mahasiswi Komunikasi Universitas Tadulako Palu. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol.4
Khozin Wahid. (2006). Rasionalitas. Jurnal Penelitian Agama dan Keagamaan. Vol.4. No.1
Mahmud Yulcin. (2020). Jilbab Sebagai Gaya Hidup Wanita Modern di Kalangan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi. Jurnal Holistik
Mega Wirmadani dan Eka Vidya Putra. (2019). Persepsi Sosial Mahasiswi Berhijab Terhadap Body Image dalam Perspektif Tindakan Sosial. Culture & Society: Journal of Anthropological Research. Vol. 1, No. 1
Rahayu Titik dan Siti Fathonah. (2016). Tubuh dan Jilbab: Antara Diri dan Liyan. Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat. Vol.13 No.2
Rahmath Sabah dkk. (2016). Asserting citizenship: Muslim women's experiences with the hijabin Canada. Women's Studies International Forum. Vol. 58
Sagita Dony Darma dkk. (2021). Analisis Tingkat Religiusitas pada Mahasiswa yang Mengikuti Organisasi. Pedagogika. Vol.12.
No.2
Saprudi Muhamad, dkk. (2016). Motivasi Penggunaan Jilbab Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Studi Al-Quran. Vol. 12, No.2
Setiawan Eko. (2016). Fenomena Jilbab Dalam Perspektif Sosiologi.
Dialogia. Vol.14. No.1
Tajuddin Fatjri Nur. (2018). Cultural and Social Identity in Clothing Matters Different Cultures, Different Meanings. European Journal of Behavioral Sciences. Vol.4
Utari Andi Anggun Dwi dan A. Octamaya Tenri Awaru. (2019). Fenomena Jilbab Syar’i di Kalangan Mahasiswa FIS Universitas Negeri Makassar. Jurnal Sosialisasi. Vol.6
Utari Nazla Putri dan Nina Siti S. Siregar. (2015). Pemaknaan Penggunaan
Jilbab Syar’i diKalangan Mahasiswa Psikologi (Studi pada Forum Mahasiswa Islam Psikologi ( FORMASI ). Jurnal simbolika. Vol. 1(1)
Utomo Ariane dkk. (2018). Who Wears the Hijab? Predictors of Veiling in Greater Jakarta. Religious Research Association. Vol.60
Wijayanti Ratna. (2017). Jilbab Sebagai Etika Busana Muslimah dalam Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Studi Islam. Vol. XII, No. 2
Lili Afnita Wulandari. (2021). Buka Tutup Jilbab di Kalangan Siswi SMA, Culture & Society: Journal of Anthropological Research. Vol.2
Wardani Elzi. (2019). Gaya Hidup Beragama Komunitas Hijabers di Kota Padang. Indonesian Journal of Religion and Society. Vol.1. No.1
Yulikhah Safitri. (2016). Jilbab antara Kesalehan dan fenomena sosial. Jurnal Ilmu Dakwah. Vol.36 No.1
Tesis atau Disertasi
Blakeman Hannah. (2014). The Muslim Veil in America: A Symbol of Oppression or Empowerment?. Tesis Anthropology
Bayusman Muhammad Esha. (2019). Jilbab Sebagai Gaya Hidup Modern Di Kalangan Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter L.Berge. Tesis. Malang: Program Magister Studi Ilmu Agama Islam Pascasarjana
Budiastuti. (2019). Jilbab dalam Perspektif Sosiologi: Studi Pemaknaan Jilbab di Lingkungan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tesis, Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Program Pasca Sarjana Sosiologi
Efriana Sefti. (2016). Jilbab Sebagai Fenomena Agama dan Budaya: Interpretasi Terhadap Alasan Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Dalam Memilih Jilbab. Tesis. Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Pascasarjana
Fayyaz Waseem. (2015). Conditions, Context, And Outcomes of Practing Veil (Hijab) Among Pakistani Women. Disertasi, Psychology
Website
Adminsyakal. (2020). Rasionalitas dan Model dalam Pengambilan Keputusan,. https://syakal.iainkediri.ac.id/rasiona litas-dan-model-dalam-pengambilan- keputusan/. diakses pada 20 Februari
Desy selviany. (2023). Sejarah Cengkareng yang Sudah Ada Sejak Zaman Hindia Belanda Sempat Masuk Wilayah Tanggerang. Diakses melalui https://tangerang.tribunnews.com/2023/ 02/05/sejarah-jakarta-cengkareng-yang- sudah-ada-sejak-hindia-belanda-sempat- masuk-wilayah-tangerang, Pada 17
Agustus 2023
Fedro Maria Alexander. (2022). Asal Usul
https://metro.sindonews.com/read/7101 41/173/asal-usul-rawa-buaya-diambil- dari-nama-kampung-di-pulau-luzon- filipina-1647011000 pada 12 Januari 2024
https://perpustakaan.komnasperempuan.go.id/web/i ndex.php?p=show_detail&id=502#:~:text= Batasan%20usia%20remaja%20menurut%2 0WHO,dewasa%20atau%20bukan%20lagi
%20remaja. Diakses pada 16 Januari 2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siska Dayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
.png)
.png)
.png)
1.png)









