PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA LOKAL

(Studi Kasus: Kelas IX di SMPN 1 Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

Penulis

  • Silvia Putri Sendafa Universitas Negeri Jakarta

Kata Kunci:

kurikulum muatan lokal, budaya lokal, bahasa daerah, makna, tindakan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang dan struktur pada pembelajaran bahasa Sunda dalam kurikulum muatan lokal dalam mempertahankan budaya lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah sebanyak sepuluh informan, diantaranya kepala sekolah, wakil kurikulum, guru mata pelajaran, siswa, dan akademisi. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Gunungsindur, dan penelitian ini dimulai sejak Mei 2023 sampai Agustus 2023. Hasil penelitian ini menggambarkan pembelajaran bahasa Sunda di SMPN 1 Gunungsindur ditujukan untuk mempertahankan budaya daerah agar tidak punah. Pembelajaran muatan lokal bahasa Sunda ini menekankan pada pengembangan kompetensi pengetahuan dan keterampilan bahasa serta kemampuan mengapresiasi karya sastra. Siswa memaknai muatan lokal sebagai upaya dalam mempertahankan budaya melalui kegiatan pembelajaran  dan penggunaan bahasa daerah  dalam berinteraksi sebagai simbol identitas. Guru memanfaatkan simbol-simbol budaya dalam pembelajaran untuk membantu siswa memaknai budaya melalui bahasa sebagai bentuk proses internalisasi nilai-nilai budaya agar individu dapat memahami dirinya dan dunia sekitarnya. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat perbedaan bahasa yang digunakan oleh siswa dikerenakan perbedaan dalam konteks sosial budaya.Hambatan dari pembelajaran bahasa Sunda ini juga dipengaruhi oleh minimnya lulusan tenaga pengajar bahasa Sunda dikarenakan sedikitnya program studi bahasa Sunda pada perguruan tinggi.

Referensi

Buku

Maran Rafael Raga, 2000, Manusia Dan Kebudayaan Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar, (Jakarta : PT Rineka Cipta),hlm.43

Mead, George Herbert.(2018). Mind Self and Society.Terjemahan William Saputra (Yogyakarta : FORUM) hlm 166.

Surachman Eman, 2016,Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta:Labsos UNJ), hlm.14

Suriamihaja Agus, Hidayat Yoyo Mulyana, Ny.Tiem Kartimi Sjahrul Sjaril, 1984, Geografi Dialek Sunda Kabupaten Bogor, (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa),hlm.88

Jurnal

AhmadDadi i, 2008, Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar, MediaTor, Vol 9, No 2, hlm.303 - 305

Artikel / Website

Ali Rifkia,2024,Mungkinkah Bahasa Sunda Punah, Diakses pada 25 Juni 2024https://bandungbergerak.id/article/detail/1597258/mungkinkah-bahasa-sunda-punah.

Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022, https://merdekabelajar.kemdikbud.go.id/episode_17/web , diakses pada 10 Maret 2023

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-25

Cara Mengutip

Silvia Putri Sendafa. (2025). PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA LOKAL: (Studi Kasus: Kelas IX di SMPN 1 Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Jurnal Diskursus Pendidikan Sosiologi, 6(01), 71–84. Diambil dari https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jdps/article/view/54806

Terbitan

Bagian

Articles