Psikoedukasi Pemahaman Peran Gender pada Ibu Rumah Tangga di Wilayah Suburban
DOI:
https://doi.org/10.21009/JendelaAkademika.302.01Kata Kunci:
peran gender, dinamika keluarga, psikoedukasi, perceraian, pengabdian masyarakatAbstrak
Perceraian merupakan isu sosial yang signifikan dengan dampak besar terhadap kesejahteraan psikologis, stabilitas finansial, dan dinamika sosial individu. Faktor utama yang berkontribusi terhadap perceraian meliputi stres ekonomi, konflik rumah tangga yang berkelanjutan, serta dampak negatif dari masalah kesehatan mental dan fisik pasangan. Berdasarkan data terbaru, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah perceraian terbanyak pada tahun 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengkaji peran persepsi peran gender dalam kontribusinya terhadap konflik rumah tangga. Peran gender, sebagai konstruksi sosial yang menentukan perilaku dan tanggung jawab yang diharapkan dari laki-laki dan perempuan, sering kali berkontribusi pada ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya dan kekuasaan dalam pengambilan keputusan. Hasil perbandingan skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan gender memainkan peran penting dalam menciptakan dinamika keluarga yang lebih sehat dan mengurangi risiko perceraian, khususnya di komunitas suburban. Hasil ini menyoroti pentingnya integrasi pelatihan kesetaraan gender dalam program-program pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi akar penyebab konflik rumah tangga.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Syahid Izharuddin, Lussy Dwiutami Wahyuni, Ratna Dyah Suryaratri, Mira Ariyani, Redo Tridinata Wijaya, Dewi Fransiska Simanjuntak

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





