Analisis Spasial Daya Dukung Lahan Permukiman Di Kota Sentani

Authors

  • Harry Hardian Sakti Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Muhammadiyah Bulukumba
  • Despry Nur Annisa Ahmad Institut Pertanian Bogor
  • Nurul Wahyuni
  • Farhan Aldiansyah Universitas Muhammadiyah Bulukumba

DOI:

https://doi.org/10.21009/jsg.v3i1.50682

Keywords:

Analisis spasial, Sustainability, Carrying Capacity, Residential Land

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang terus meningkat menimbulkan dampak spasial yang serius bagi kehidupan kota, terutama dengan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal atau permukiman, yang berpotensi terjadinya ketidakseimbangan kemampuan lahan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spasial daya dukung lahan permukiman di Kota Sentani dengan mengukur besaran luas lahan permukiman dan data jumlah penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan permukiman di Kota Sentani pada tahun 2023 mencapai 704.874,57 m², sementara jumlah penduduk sebanyak 73.927 jiwa. Nilai Daya Dukung Lahan Permukiman (DDPm) yang diperoleh sebesar 0,36 m²/kapita, yang menunjukkan bahwa daya dukung lahan di Kota Sentani tergolong rendah dan tidak mampu menampung kebutuhan penduduk dengan layak. Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah alih fungsi lahan yang tidak terkendali, distribusi infrastruktur yang tidak merata, serta keterbatasan lahan akibat kawasan konservasi Pegunungan Cycloop dan Danau Sentani. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung perencanaan tata ruang berbasis daya dukung lahan secara berkelanjutan dan mencegah dampak negatif pembangunan, seperti degradasi lingkungan dan risiko bencana. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan dalam pengelolaan dan pengembangan wilayah Kota Sentani secara bijaksana dan berkelanjutan.

Downloads

Published

25-05-2025

How to Cite

Sakti, H. H., Despry Nur Annisa Ahmad, Nurul Wahyuni, & Farhan Aldiansyah. (2025). Analisis Spasial Daya Dukung Lahan Permukiman Di Kota Sentani. Jurnal Sains Geografi, 3(1), 41–47. https://doi.org/10.21009/jsg.v3i1.50682