Identifikasi Tugas dan Tanggung Jawab serta Permasalahan Konsultan Pengawas di Sumatera Barat

Authors

  • Yusvina Helmi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Kampus Unand Limau Manih, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, 25165, Indonesia
  • Benny Hidayat Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Kampus Unand Limau Manih, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, 25165, Indonesia
  • Taufika Ophiyandri Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas Kampus Unand Limau Manih, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, 25165, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/jmenara.v20i2.54331

Keywords:

Construction Project, Project Reporting, Supervision Challenges, Supervision Consultant, Terms of Reference

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang pesat, didukung oleh alokasi anggaran yang terus meningkat, mencapai Rp 422,7 triliun pada tahun 2024. Konsultan pengawas memiliki peran strategis dalam memastikan proyek konstruksi berjalan sesuai dengan spesifikasi, waktu, dan anggaran yang telah ditetapkan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan berbagai kendala seperti kurangnya koordinasi dengan masyarakat, pelaporan yang tidak konsisten, dan dokumentasi yang tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian tugas konsultan pengawas dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 10 konsultan pengawas di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tugas konsultan pengawas telah dilaksanakan dengan baik, dengan rata-rata pencapaian 83,64%-100%. Namun demikian, masih terdapat permasalahan pada beberapa tugas seperti koordinasi dengan masyarakat (50%), penggunaan identifikasi (20%), dan pelaporan bahan yang ditolak serta dokumentasi berita acara penyerahan (10%) yang memerlukan perbaikan. Masalah-masalah ini berpotensi mengurangi efektivitas pengawasan dan menghambat keberhasilan proyek. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan koordinasi sosial, digitalisasi pelaporan, dan standarisasi dokumentasi untuk mendukung keberhasilan proyek konstruksi.

References

Azis, S., Putranto, E. H. D., dan Yunianto, H. (2016). Analisis Faktor-Faktor Kinerja Konsultan Pengawas yang Berpengaruh terhadap Waktu dan Mutu Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan di Kabupaten Probolinggo. Jurnal Info Manpro, 7(2), 38–49.

Damayanti, T., Yuni, N. K. S. E., Yuliana, N. P. I., dan Wahyudi, I. G. B. (2025). Identifikasi Kesenjangan Kinerja Konsultan Pengawas Konstruksi di Kota Denpasar. Menara: Jurnal Teknik Sipil, 20(1), 84–92.

Firdaus, Hidayat, B., dan Istijono, B. (2020). Identifikasi Faktor Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Infrastruktur Sumberdaya Air di Kabupaten Solok. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 16(2), 132–141.

Hanun, Y., Simanjuntak, M. R. A., dan Priyambodo, A. B. (2019). Jalan Tol pada Tahap Pelaksanaan Konstruksi (Studi Kasus Proyek Jalan Tol Cisumdawu). Seminar Nasional Technopex Institut Teknologi Indonesia, 103–108.

Haswartalmi, A. dan Wijaya K. (2023). Analisis Kinerja Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas terhadap Proyek Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Insinyur Profesional, 2(2), 38–47.

Khaidir, I. (2018). Faktor Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Konstruksi di Sumatera Barat. Jurnal Rekayasa, 8(1), 32–49.

Kurniawan, A. Destinia, Aulia, M. H., Ananda, Z. K., Zulfikli, Syaputra, D. (2023). Peran Pengawas Proyek dalam Memastikan Kesuksesan Pelaksanaan Perjanjian Pemborongan Bangunan. Al-Dalil: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum, 1(3), 56–61.

Lidya, V. N., Ophiyandri, T., dan Hidayat, B. (2024). Identifikasi Faktor Penting dalam Manajemen Material Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan. Ranah Research: Journal of Multidisciplinaru Research and Development, 6(6), 2300–2309.

Maulana, I., dan Harisman. (2024). Perbuatan Kelalaian oleh Konsultan Pengawas Konstruksi Atas Bangunan yang Menyebabkan Kerugian Negara. Ranah Research: Journal Of Multidisciplinary Research And Development, 6(5), 2010–2026.

Ophiyandri, T., Hadiguna, R. A., dan Honesti, D. (2023). Penyebab Keterlambatan Konstruksi Proyek Jalan Kota di Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Bangunan: Konstruksi & Desain, 1(2), 109–114.

Putra, I. K. A. A., Pagehgiri, J., dan Ariyanta, I. P. G. (2021). Analisis Kinerja Konsultan Pengawas Konstruksi dalam Pelaksanaan Proyek Gedung Puskesmas di Kabupaten Tabanan. Jurnal Teknik Gradien, 13(1), 48–60.

Rani, H. A. (2016). Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Rita, E., Carlo, N., dan Nandi. (2021). Penyebab dan Dampak Keterlambatan Pekerjaan Jalan di Sumatera Barat Indonesia. Jurnal Rekayasa, 11(1), 27–37.

Setiobudi, A. (2018). Analisis Kenerja Konsultan Pengawas pada Proyek Jalan Tol Ruas Palembang - Simpang Indralaya (Palindra). Jurnal Deformasi, 3(1), 82–95.

Siahaan, S. B. dan Simanjuntak, M. R. A. (2022). Kajian Identifikasi Risiko pada Tahap Pelaksanaan Proyek Konstruksi: Studi Kasus Multiple Project Management. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(1), 578–585.

Sumajouw, M. D. J., dan Tarore, H. (2013). Analisis Kinerja Konsultan Pengawas pada Proyek Jalan dan Jembatan di Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 3(2), 79–83.

Tuelah, J. D. P., Tjakra, J., dan Walangitan, D. R. O. (2014). Peranan Konsultan Manajemen Konstruksi pada Tahap Pelaksanaan Proyek Pembangunan. Tekno Sipil, 12(61), 47–54.

Vitri, G. dan Herman, H. (2018). Peranan Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur Melalui Program Pemberdayaan di Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Teknik Sipil ITP, 5(2), 96–105.

Waruwu, M. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.

Downloads

Published

2025-04-13