Kaleng Minuman Sebagai Bahan Tambah Agregat Kasar Tehadap Kuat Tekan (In Press)

Authors

  • Syarifah Rafikah Politeknik Negeri Ketapang, Jurusan Teknik Sipil dan Pertambangan, Politeknik Negeri Ketapang Jalan Rangga Sentap-Dalong, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, 78813, Indonesia
  • Suratmin Politeknik Negeri Ketapang, Jurusan Teknik Sipil dan Pertambangan, Politeknik Negeri Ketapang Jalan Rangga Sentap-Dalong, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, 78813, Indonesia
  • Nur Aida Politeknik Negeri Ketapang, Jurusan Teknik Sipil dan Pertambangan, Politeknik Negeri Ketapang Jalan Rangga Sentap-Dalong, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, 78813, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/jmenara.v21i1.59389

Keywords:

Beton, Kuat Tekan, Serat Limbah Kaleng Minuman

Abstract

Untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia, sering menggunakan material berupa beton. Beton memiliki kelebihan yaitu mempunyai kuat tekan yang tinggi, mudah dibentuk, dan tahan terhadap temperatur tinggi. Seiring berkembangnya teknologi material, untuk meningkatkan kualitas dan mutu dari beton timbullah berbagai macam inovasi yang dilakukan oleh peneliti. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah kaleng minuman sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat limbah kaleng minuman sebagai bahan tambah agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Variasi penambahan serat kaleng minuman yang digunakan yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3% dari berat agregat kasar. Pengujian dilakukan pada umur beton 14 dan 28 hari. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penambahan 1% serat limbah kaleng minuman memberikan kuat tekan tertinggi sebesar 20,63 MPa, lebih tinggi dari beton normal yaitu 20,17 MPa, dan memenuhi mutu rencana f’c 20 MPa. Namun, pada variasi 2% dan 3%, kuat tekan menurun menjadi 15,18 MPa dan 9,56 MPa. Penambahan serat kaleng minuman sebanyak 1% merupakan komposisi paling optimum. Selain meningkatkan mutu beton, penelitian ini juga memberikan alternatif pemanfaatan limbah kaleng minuman secara ramah lingkungan.

References

Abdi, F. N., Muhammad, S., dan Nizar, F. (2017). Pengaruh Penggunaan Limbah Kaleng terhadap Campuran Beton menggunakan Agregat Kasar Palu dan Agregat Halus Pasir Mahakam ditinjau dari Kuat Tekan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi, 4, 20–27.

Agnia, A., Sambowo, K. A., dan Musalamah, S. (2021). Pemanfaatan Limbah Serat Tali Beneser dalam Meningkatkan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton. Menara: Jurnal Teknik Sipil, 16(2), 51–56.

Aprilia, N. R., Erfan, M., dan Indra, S. (2023). Pengaruh Serat Limbah Kaleng Aluminium pada Campuran Beton terhadap Karakteristik Mekanis Beton. Student Journal SONDIR, 10(10), 1–7.

Azizah, I. N. dan Krisnawati, M. (2021). Kelayakan Limbah Kaleng Susu sebagai Bahan Dasar Pembuatan Aksesoris Pengantin Padang. Beauty and Beauty Health Education Journal, 10(2), 61–66.

Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000 tentang Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1972: 2008 tentang Cara Uji Slump Beton. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 1974: 2011 tentang Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan (Issue 8).

Indra, S., Erfan, M., Aprilia, N. R., Andinisari, R., dan Yuwono, E. (2023). Pengaruh Serat Limbah Kaleng Minuman pada Campuran Beton terhadap Karakteristik Mekanis Beton. Seminar Nasional Sinergitas Era Digital 5.0 Dalam Pembangunan Teknologi Hijau Berkelanjutan, 284–295.

Irsyad, M. (2020). Analisis Kuat Tekan Beton dengan Serat Limbah Kaleng sebagai Bahan Tambah melalui Metode Wet Curing. Universitas Hasanuddin.

Irwan, A. G., Priansyah, S., dan Suwandi. (2024). Studi Karakteristik dan Potensi Batu Puru sebagai Agregat Kasar dalam Campuran Beton Normal. Jurnal Teknik Sipil, 13(2), 111–118.

Jumita, T., Masriatini, R., Husnah, dan Fatimura, M. (2025). Pemanfaatan Limbah Kaleng Bekas Alumunium menjadi Koagulan dan Aplikasinya pada Pengolahan Air Gambut. Jurnal Teknologi Dan Inovasi Industri, 6(1), 9–14.

Koten, A. L. (2021). Analisis Kuat Tekan Beton yang menggunakan Serat Kaleng dan Serat Plastik. Universitas Bosowa Makassar.

Mulida, C. N., Saputri, N., Susanti, A., dan NJ, K. (2023). Pemanfaatan Limbah Kaleng Biskuit untuk Pembuatan Aksesoris Pilis Pengantin Semarangan. Jurnal Ipteks Tata Boga, Tata Rias, dan Tata Busana, 15(2), 60–76.

Mulyono, T. (2005). Teknologi Beton. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Nugroho, S. D. S. (2022). Pengelolaan Limbah Sampah Kaleng menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi untuk Penyerapan Tenaga Kerja. Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER), 1–6.

Perdhana, J., Wedyantadji, B., dan Aditama, V. (2022). Penggunaan Limbah Abu Kayu Halaban sebagai Bahan Tambahan Sebagian Semen pada Campuran Beton. Jurnal SONDIR, 6(1), 46–55.

Rosyidah, A., Ediati, R., Murwani, I. K., dan Shomadany, S. (2024). Pemanfaatan Limbah Kaleng sebagai Penjernih Air Menuju Kampung Cerdas Lingkungan di Kelurahan Keputih Surabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks, 10(1), 39–46.

Setyatama, M. S. dan Saputra, E. (2025). Pengaruh Jenis Semen Portland Composite Cement dan Pozzolan Portland Cement terhadap Faktor Konversi Kuat Tekan Beton Mutu Normal dan Tinggi. Jurnal Teknik Sipil, 14(1), 1–14.

Tjokrodimuljo, K. (1996). Teknologi Beton. Yogyakarta: Nafitri.

Ulfa, A. A., Amalia, M., Dhana, I. F. S. S., Aulia, E., Agustina, Ramadhan, M. A., & Abdillah, K. (2024). Pengaruh Puntiran Serat Kaleng pada Kuat Tekan Beton. Jurnal Sains Terapan, 10(1), 6–12.

Downloads

Published

2025-11-01