Perubahan Desain Pada Proyek Rumah Sakit Design and Build di Wilayah Kepulauan

Authors

  • Mardiaman Universitas Tama Jagakarsa, Jen TB Simatupang No. 152 Indonesia. 12530
  • Yofan Saman Agusta Universitas Tama Jagakarsa, Jen TB Simatupang No. 152 Indonesia. 12530

DOI:

https://doi.org/10.21009/jmenara.v22i1.69237

Keywords:

Design and Build, Manajemen Risiko. Perubahan Desain, Rumah Sakit, Wilayah Kepulauan

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis perubahan desain yang paling dominan pada proyek rumah sakit dengan kontrak Design and Build (D&B) di wilayah kepulauan Indonesia, khususnya Kabupaten Nias dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data dikumpulkan dari 100 responden yang terdiri atas kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas, manajemen konstruksi, pemilik proyek, dan akademisi yang terlibat dalam proyek rumah sakit. Instrumen penelitian mencakup 20 variabel perubahan desain yang disusun berdasarkan kajian literatur dan diukur menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan menggunakan Relative Importance Index (RII) untuk menentukan tingkat kepentingan dan peringkat masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan akibat bencana alam (X20) merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh perubahan akibat kondisi lapangan (X3), integrasi sistem MEP dan peralatan medis (X8), regulasi dan perizinan (X18), serta kesalahan dan kekurangan desain awal (X2). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor eksternal dan teknis memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor manajerial dalam memicu perubahan desain pada proyek rumah sakit di wilayah kepulauan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar peningkatan kualitas perencanaan, investigasi lapangan, koordinasi desain, penerapan BIM, dan manajemen risiko untuk mengurangi perubahan desain serta meminimalkan keterlambatan proyek rumah sakit.

Downloads

Published

2026-08-28