Analisis Pengaruh Panjang Bentang Struktur Model Truss dengan Profil C-PEB

Authors

  • Pio Ranap Tua Naibaho Universitas Tama Jagakarsa, Jl. TB Simatupang No.152 10, RT.10/RW.4, Tj. Bar., Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, 12530, Indonesia
  • Cahyo Pujianto Universitas Tama Jagakarsa, Jl. TB Simatupang No.152 10, RT.10/RW.4, Tj. Bar., Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, 12530, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/jmenara.v22i1.71417

Keywords:

Baja Canai Dingin, Gaya Aksial, Pre-Engineered Building (PEB), Rasio Kapasitas Struktur, Truss

Abstract

Konstruksi bentang panjang semakin banyak menggunakan sistem Pre-Engineered Building (PEB) berbahan baja canai dingin (cold-formed steel) yang ringan dan efisien. Penelitian ini menganalisis pengaruh panjang bentang terhadap respons struktur truss menggunakan profil C-PEB. Tiga model dengan bentang 40 m, 45 m, dan 50 m dianalisis menggunakan STAAD.Pro v.2023, dengan pembebanan berdasarkan SNI 1727:2020 dan analisis gempa metode respons spektrum berdasarkan SNI 1726:2019. Parameter yang ditinjau meliputi gaya aksial tarik dan tekan pada kolom dan rafter serta rasio kapasitas elemen struktur. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan panjang bentang meningkatkan gaya aksial. Gaya tekan maksimum kolom meningkat dari 296,917 kN menjadi 365,947 kN dan 439,381 kN, sedangkan gaya tarik meningkat dari 91,845 kN menjadi 125,216 kN dan 161,905 kN. Pada rafter, gaya tekan meningkat dari 196,766 kN menjadi 246,550 kN dan 287,225 kN, sedangkan gaya tarik meningkat dari 107,433 kN menjadi 133,395 kN dan 151,879 kN. Seluruh model memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan standar yang digunakan. Panjang bentang berpengaruh terhadap lendutan, distribusi gaya aksial, dan rasio kapasitas struktur truss PEB.

Downloads

Published

2026-10-15