Eksistensi Perempuan Madura melalui Kemandirian Ekonomi pada Pengelolaan Bisnis Berbasis Kuliner Madura

Authors

  • Dhimas Lukman Nur Hakim Universitas Trunojoyo Madura
  • Aminah Dewi Rahmawati Universitas Trunojoyo Madura

DOI:

https://doi.org/10.21009/risenologi.102.11

Keywords:

Women, Madurese, Existence

Abstract

This study discusses the significant role of Madurese women in preserving cultural existence through economic independence in traditional culinary businesses. The primary issue addressed is how Madurese women maintain the distinctive flavors of traditional cuisine while supporting their families amidst social, cultural, patriarchal, and modernization challenges. The study aims to identify the factors that motivate Madurese women to preserve the existence of traditional Madurese cuisine as a means of fostering family economic resilience. The research employs a qualitative method with a phenomenological approach, involving interviews, and observations of traditional culinary business practitioners in Madura. James Coleman’s rational choice theory serves as the foundation for understanding the decision-making process of Madurese women in selecting and managing culinary businesses. The findings reveal that Madurese women not only preserve authentic flavors through traditional methods but also integrate modern innovations to meet market demands. Social norms and collective behavior are critical elements in business management. Economic independence is reflected in their ability to leverage social capital, culinary skills, and community networks to support their families while preserving cultural heritage. This study provides insights into the role of women as economic and cultural agents navigating modernization without losing their traditional identity.

 

Abstrak

Penelitian ini membahas peran penting perempuan Madura dalam mempertahankan eksistensi budaya melalui kemandirian ekonomi dalam bisnis kuliner tradisional. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana perempuan Madura mampu memelihara cita rasa kuliner khas sambil menopang ekonomi keluarga di tengah tantangan sosial, budaya, patriarki, dan modernisasi. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja yang mendorong perempuan Madura dalam mempertahankan eksistensi kuliner khas Madura sebagai wujud kebangkitan ekonomi keluarga. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara, dan observasi pada pelaku usaha kuliner tradisional di Madura. Teori pilihan rasional James Coleman menjadi landasan untuk memahami keputusan perempuan Madura dalam memilih dan menjalankan bisnis kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Madura tidak hanya mempertahankan cita rasa autentik melalui metode tradisional, tetapi juga mengintegrasikan inovasi modern untuk memenuhi kebutuhan pasar. Norma sosial dan perilaku kolektif menjadi elemen penting dalam pengelolaan usaha. Kemandirian ekonomi tercermin dalam kemampuan mereka memanfaatkan modal sosial, keterampilan kuliner, dan jaringan komunitas untuk mendukung keluarga sekaligus melestarikan budaya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang peran perempuan sebagai agen ekonomi dan budaya dalam menghadapi modernisasi tanpa kehilangan identitas tradisional.

Author Biography

Aminah Dewi Rahmawati, Universitas Trunojoyo Madura

Dosen Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Indonesia.

References

Akhmad, N. (2019). Ensiklopedia Keragaman Budaya. Semarang: ALPRIN.

Arisandi, H. (2015). Buku Pintar Pemikiran Tokoh-tokoh Sosiologi dari Klasik sampai Modern: Biografi, Gagasan, dan Pengaruh terhadap Dunia. Yogyakarta: IRCiSoD.

Basit A., Widiastuti T., & Widiastuti. (2019). Model Pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi Di Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin Gresik. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 6(4), 801-818.

Djuwairiyah & Wisri. (2019). Manajemen Usaha dan Kemandirian Ekonomi Pesantren. Jurnal Lisan Al-Hal, 13(2).

Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54.

Haris, A. T. E., & Burhan, R. R. (2023). Peran Perempuan dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi melalui Kewirausahaan. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(1), 12-21.

Hidayati, T. (2015). KALEBUN BEBINI’ (Kontruksi Budaya Masyarakat Madura dalam Melestarikan Kekuasaan). KARSA Journal of Social and Islamic Culture, 22(2), 150-160. https://doi.org/10.19105/karsa.v22i2.525

Kalenjuk Pivarski, B., Grubor, B., Banjac, M., Đerčan, B., Tešanović, D., Šmugović,, S., Radivojević, G., Ivanović, V., Vujasinović, V., & Stošić, T. (2023). The Sustainability of Gastronomic Heritage and Its Significance for Regional Tourism Development. Heritage, 6(4), 3402–3417. https://doi.org/10.3390/heritage6040180

Mulyaningsih, H., Haryanto, B. S. D., Umanailo, M. C. B., & Irawan, B. (2023). Pergeseran Entitas Kuliner Madura: Adaptasi Budaya, dan Tradisi Kuliner Lokal Menjadi Komersialisasi. PERSPEKTIF, 12(3), 1014–1021. https://doi.org/10.31289/perspektif.v12i3.9122

Normalia, P. D., & Hanifa, S. (2022). Persepsi Mahasiswa Terhadap Leksikon Wisata Kuliner Khas Madura. Journal of Social, Culture, and Language, 1(1), 42-47.

Prastiwi, M. I. (2016). Perempuan dan Kekerasan. DIMENSI-Journal of Sociology, 9(1), 59-66.

Pujiatuti, S., & Mayvani, T., C. (2024). Pengaruh Modal, Sumber Daya Manusia dan Teknologi terhadap Pengembangan Ekonomi Kreatif Bidang Kuliner di Pulau Madura. JURNAL PROMOSI: Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, 159-166.

Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi (Edisi Kedelapan): Dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Posmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi Modern. Yogyakarta: Kencana.

Schwark, N., Tiberius, V., & Fabro, M. (2020). How will we dine? prospective shifts in international haute cuisine and innovation beyond kitchen and plate. Foods, 9(10). https://doi.org/10.3390/foods9101369

Sephiana, N., Cahyani, L., Tahir, M., Dellia, P., & Aisyiah, J. (2022). Sistem Informasi Wisata Kuliner sebagai Referensi Pengenalan Objek Wisata Madura Berbasis Website. Jurnal Ilmiah Edutic: Pendidikan dan Informatika, 9(1), 29-39.

Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1-228.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryandari, N., Rahmawati, F. N., & Dharma, F. A. (2024). Mengeksplorasi Peran Komunikasi dalam Meningkatkan Wisata Gastronomi di Madura. Jurnal Communicology, 12(1), 90-103.

Syarifudin, A. (2023). 8 Pendekatan Kualitatif Populer dalam Sosiologi. Yogyakarta: Semut Api.

Trisdayanti, N. P. E., & Kristiana, N. I. (2024). Perempuan Pemimpin: Membingkai Pariwisata Budaya Melalui Kuliner Sehat Dan Berkelanjutan. KAMALA, 71.

Ulummudin, N. I., Mawlana, A., Septiana, A., Legowo, M. (2022). Membongkar Budaya Patriarki Madura: Studi Fenomenologi Pasar Tradisional di Desa Labang Sebagai Ruang Publik Perempuan Madura. Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa, 6(2), 142-157.

Utami, S. (2018). Kuliner Sebagai Identitas Budaya: Perspektif Komunikasi Lintas Budaya. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(2), 36-44.

Zhang, T., Chen, J., & Hu, B. (2019). Authenticity, quality, and loyalty: Local food and sustainable tourism experience. Sustainability (Switzerland), 11(12), 1–18.

Downloads

Published

2025-12-22