Mathylogic: Inovasi Media Pembelajaran Matematika Berbasis Website Edukatif pada Materi Bangun Ruang Kelas 7 di SMP Negeri 232 Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.21009/risenologi.102.04Keywords:
Bangun Ruang, matematika, WebsiteAbstract
Mathematics is one of the compulsory subjects for junior high school students. However, mathematics is often considered difficult to understand due to the large number of formulas, abstract material, and uninteresting presentation. As a result, students' interest in mathematics has declined due to the lack of effective learning media. Based on a needs analysis using Google Forms among seventh-grade students at SMPN 232 Jakarta, it was found that 71.2% of students considered mathematics difficult, particularly in the area of spatial geometry, which received the highest ranking. Additionally, 78.8% of students stated that their low understanding of mathematics was due to the large number of formulas and the lack of appeal of the learning media used. To address these issues, the use of engaging learning media is crucial. Therefore, the purpose of this study is to develop Mathylogic, an educational website-based learning media on spatial geometry for seventh-grade students. The website development applied the Research and Development method with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The website was validated through content and media experts testing. Based on the results of the validation test by experts, the average score obtained for Mathylogic was 90%, indicating that this website is very suitable for use. Based on the results of user trials with seventh-grade students at SMPN 232 Jakarta, the data obtained was 89%, indicating that the Mathylogic website is very suitable for use as an independent learning.
Abstrak
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib untuk siswa jenjang SMP. Namun, seringkali matematika dianggap sulit dipahami karena banyaknya rumus, materi yang bersifat abstrak, dan penyajiannya yang kurang menarik. Oleh karena itu, minat siswa terhadap Matematika pun menurun disebabkan minimnya media pembelajaran yang efektif. Berdasarkan pada analisis kebutuhan menggunakan Google Form kepada siswa kelas VII SMPN 232 Jakarta, ditemukan bahwa sebanyak 71,2% siswa menganggap Matematika sulit, terutama pada materi bangun ruang yang mendapat peringkat tertinggi. Kemudian, sebanyak 78,8% siswa menyatakan bahwa rendahnya pemahaman Matematika disebabkan oleh banyaknya rumus dan kurangnya daya tarik terhadap media pembelajaran yang digunakan. Solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut, penggunaan media pembelajaran yang menarik menjadi penting. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Mathylogic, media pembelajaran berbasis website edukatif pada materi bangun ruang untuk siswa kelas VII. Pengembangan website ini menerapkan metode Research and Development dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Website yang dikembangkan telah divalidasi melalui uji ahli materi dan media. Berdasarkan hasil uji validasi oleh para ahli, rata-rata yang didapatkan untuk Mathylogic adalah sebesar 90% yang menunjukkan website ini sangat layak digunakan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan skala Likert. Kemudian, berdasarkan hasil uji coba pengguna kepada siswa kelas VII SMPN 232 Jakarta, data yang diperoleh adalah sebesar 89% yang menunjukkan bahwa website Mathylogic sangat layak digunakan sebagai platform pembelajaran mandiri bagi peserta didik untuk memahami dan berlatih pelajaran matematika tentang bangun ruang.
References
Bernard, M. (2014). Meningkatkan kemampuan penalaran matematik siswa SMA melalui game Adobe Flash CS 4. In InInProsiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, 3(1), pp. 205-213.
Cahyadi, R. A. H. (2019). Pengembangan bahan ajar berbasis ADDIE model. Halaqa: Islamic Education Journal, 3(1), pp. 35-42.
Novialdi, N., Mz, Z. A., & Thahir, M. (2020). Pengembangan media pembelajaran berbasis website untuk memfasilitasi pemahaman konsep siswa SMK negeri 5 Pekanbaru. Milenial: Journal for Teachers and Learning, 1(1), pp. 25-33.
Rustandi, A. (2021). Penerapan model ADDIE dalam pengembangan media pembelajaran di SMPN 22 Kota Samarinda. Jurnal Fasilkom, 11(2), pp. 57- 60.
Sholikhah, A. (2016). Statistik deskriptif dalam penelitian kualitatif. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 10(2), pp. 342-362.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (5th ed.). Bandung: Alfabeta.
Suryandaru, N. A., & Setyaningtyas, E. W. (2021). Pengembangan media pembelajaran berbasis website pada muatan pembelajaran matematika kelas IV. Jurnal Basicedu, 5(6), pp. 6040-6048.
Tegeh, I. M., & Kirna, I. M. (2013). Pengembangan bahan ajar metode penelitian pendidikan dengan addie model. Jurnal Ika, 11(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muthia Halina Khairiyah Tarigan, Helga Gustian, Shinta Dewi Kurniawati, Alvin Frenando

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



