Penguatan Keterampilan Interpersonal bagi Guru-Guru SMP Terbuka Mandiri Teuku Umar Baitul Maal Tangerang Selatan
DOI:
https://doi.org/10.21009/sarwahita.193.1Keywords:
pengembangan sumber daya manusia, komunikasi, pelatihan, keterampilan interpersonalAbstract
Salah satu SMP yang berada di kota Tangerang Selatan dengan fasilitas yang sagat terbatas adalah SMP Terbuka Mandiri Teuku Umar Baitul Maal (SMP Baitul Maal). Guru-guru di SMP Baitul Maal belum pernah mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Jumlah guru-guru di SMP Baitul Maal sebanyak 7(tujuh) orang guru, dengan rentang usia 25 tahun sampai dengan 40 tahun dan latar belakang non-keguruan. Menurut Kepala Sekolah SMP Baitul Maal, Bapak Edi Supriadi, masalah yang terjadi di SMP Baitul Maal antara lain: (1) belum ada kesempatan menyelenggarakan program pengembangan diri.; (2) Perlu penyegaran tentang teknik berkomunikasi Guru-Siswa secara verbal dengan baik.; dan (3) Perlu peningkatan keterampilan dalam menyiapkan materi presentasi yang menyenangkan. Tujuan pengabdian pada masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan wawasan kepada guru-guru SMP Baitul Maal agar melakukan pengembangan diri dengan konsep Johary Window; (2) melatih guru-guru SMP Baitul Maal berkomunikasi secara verbal dan visual yang baik dengan siswa; dan (3) melatih guru-guru SMP Baitul Maal tentang teknik menyiapkan materi presentasi yang menarik. Metode yang digunakan adalah diskusi, presentasi, tanya jawab, dan demostrasi. Hasil PKM yang dicapai adalah (1) peningkatan wawasan guru untuk melakukan pengembangan diri dengan konsep Johary Window; (2) peningkatan keterampilan guru berkomunikasi secara verbal dengan siswa, dan (3) guru mampu menyiapkan materi presentasi yang menyenangkan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Sarwahita allow the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Sarwahita CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work. In developing strategy and setting priorities, Sarwahita recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Sarwahita is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
Share - copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
