SOSIALISASI PEMBANGUNAN RENDAH KARBON MENGGUNAKAN PENDEKATAN PARTISIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) DI DESA CIKONDANG KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.21009/sarwahita.201.4Kata Kunci:
penyuluhan, pembangunan desa rendah karbon, perubahan, Participatory Rural Appraisal, low carbon village development, climate changeAbstrak
Perubahan iklim menjadi permasalahan dunia yang sangat serius saat ini. Bahaya yang ditimbulkan perubahan iklim telah membuat isu ini menjadi permasalahan utama baik di kancah nasional maupun internasional, tidak terkecuali Indonesia. Pembangunan Rendah Karbon/Low Carbon Development (PRK/LCD) adalah platform pengembangan baru untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui aktivitas dengan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan intensitas emisi GRK yang rendah serta mengurangi penggunaan sumber daya alam. Jasa lingkungan berbasis desa dapat berkontribusi dalam penekanan emisi karbon. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dilakukan dengan metode penyuluhan dengan presentasi yang dilakukan sosialisasi secara berkala antara pendamping dengan kelompok sasaran. Model pendekatan yang dilakukan yaitu Partisipatory Rural Appraisal (PRA). Program pengabdian masyarakat yang dikemas dalam bentuk penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa yang peduli lingkungan. Berdasarkan pelaksanaan evaluasi, penyuluhan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan (84,62%), wawasan (69,23%) dan kesadaran (61,54%) masyarakat untuk dapat mewujudkan pembangunan desa rendah karbon.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Copyright Notice
Sarwahita allow the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Sarwahita CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work. In developing strategy and setting priorities, Sarwahita recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Sarwahita is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
Share - copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
