SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI PEKON TAMBAK JAYA
DOI:
https://doi.org/10.21009/sarwahita.202.8Keywords:
Stunting prevention, Toddlers, Pencegahan stunting, Kesadaran, BalitaAbstract
Stunting is an important issue that must be resolved immediately because it will have a long-term impact on the quality of human resources so that they will be able to compete well in the development and economic sectors. Data from the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) shows a reduction in stunting rates of 6.1 percent in 2022 in West Lampung Regency. In Pekon Tambak Jaya, Way Tenong District, West Lampung Regency, it was found that there were no cases of stunting there. However, the public does not yet know in detail about how to prevent it, including the impact of stunting on both health and the economy. The aim of this activity is to increase public knowledge and awareness in Pekon Tambak Jaya regarding efforts to prevent stunting in toddlers. The target of this activity is the entire Pekon Tambak Jaya community, especially pregnant women, mothers with toddlers, and young women over the age of 15 years. This activity will be held on January 17 2023 at 09.00-10.15 WIB at Balai Pekon Tambak Jaya. The activity method in this work program is carried out through observation, socialization and discussion. Before the material was given, a question and answer session was held regarding what was known about stunting. However, many of the audience present were hesitant to answer because they did not know more information about stunting. After being given the material and holding a question and answer session again, there were 2 representatives from the participants present who were able to answer the questions correctly. These results were compared to measure awareness regarding stunting prevention in toddlers.
Abstrak
Stunting merupakan salah satu isu penting yang harus segera diselesaikan karena akan berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia sehingga nantinya mampu bersaing dengan baik di bidang pembangunan dan ekonomi. Data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan adanya penurunan angka stunting sebesar 6,1 persen tahun 2022 di Kabupaten Lampung Barat. Di Pekon Tambak Jaya Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat didapatkan bahwa belum ada kasus stunting di sana. Namun masyarakat belum tahu secara mendetail mengenai cara pencegahan termasuk pengaruh stunting baik terhadap kesehatan maupun perekonomian. Tujuan dari kegiatan ini ialah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pekon Tambak Jaya mengenai upaya pencegahan stunting pada balita. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Pekon Tambak Jaya khususnya para ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan remaja wanita di atas usia 15 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari 2023 pukul 09.00-10.15 WIB di Balai Pekon Tambak Jaya. Metode kegiatan dalam program kerja ini dilakukan melalui observasi, sosialisasi, dan diskusi. Sebelum diberikan materi, dilakukan sesi tanya jawab mengenai hal-hal yang diketahui tentang stunting. Namun, banyak dari audiens yang hadir ragu untuk menjawab karena belum mengetahui informasi lebih banyak mengenai stunting. Setelah diberikan materi dan dilakukan sesi tanya jawab kembali, terdapat 2 orang perwakilan dari peserta yang hadir dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Hasil tersebut dibandingkan untuk mengukur kesadaran mengenai pecegahan stunting pada balita.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal Sarwahita : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.