PELATIHAN PEMBUATAN ANEKA CAKE DARI TEPUNG MOCAF SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN BAGI MANTAN TKI (TENAGA KERJA INDONESIA) DI KABUPATEN SUBANG
DOI:
https://doi.org/10.21009/sarwahita.131.10Keywords:
Mocaf, TKI, CakeAbstract
Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membekali pengetahuan dan keterampilan bagi khalayak sasaran tentang cake dari tepung mocaf khususnya bagi mantan TKI di Kabupaten Subang, sehingga menjadi berbagai produk komersial. Dalam pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bagi bagi mantan TKI di Kabupaten Subang yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan keluarga.
Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah
Subang. Desa Sindangsari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Jawa Barat memiliki luas wilayah
1.083 ha. Terwujudnya Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang sebagai daerah Agribisnis, Pariwisata dan Industri yang Berwawasan Lingkungan dan Religius serta Berbudaya melalui Pembangunan berbasis Gotong Royong.
Berdasarkan analisis situasi tersebut diatas terdapat beberapa permasalahan yaitu membuat berb- agai produk dari bahan mocaf yaitu tepung singkong yang difermentasi, selain harganya murah juga mengurangi penggunaan tepung terigu. Kegiatan ini dilaksanakan dan hasilnya adalah terjadinya pening- katan pengetahuan dan keterampilan peserta ibu-ibu mantan TKI terhadap pembuatan aneka cake mocaf Pengabdian Pada Masyarakat ini bermanfaat untuk mengaktifkan mantan TKI Kabupaten Subang, membekali pengetahuan tentang mocaf sebagai pengganti tepung terigu. Selain itu juga membekali ket- erampilan membuat aneka cake dari tepung mocaf. Dalam pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan
keterampilan yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan keluarga.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice
Sarwahita allow the author(s) to hold the copyright without restrictions and allow the author(s) to retain publishing rights without restrictions. Sarwahita CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work. In developing strategy and setting priorities, Sarwahita recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Sarwahita is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
Share - copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
