Program Tutorial Kaligrafi Jepang pada Nihon Club SMA/Sederajat di Bandung
DOI:
https://doi.org/10.21009/sarwahita.221.5Keywords:
Nihongo Club, Japanese Calligraphy, Shodo, Kanji, Kaligrafi JepangAbstract
The Japanese Calligraphy tutorial program at 7th Nihongo Club of Senior High Schools/Equivalent in Bandung aims to increase insight about Japanese calligraphy techniques (Shodo) and to find out the extent of students' interest in traditional Japanese culture, especially Japanese calligraphy. The implementation of the activity uses the Community Based Participatory Research (CBPR) approach method, which is a collaborative pattern between the community and the world of higher education that is action-oriented with service learning. After the tutorial carried out, the target audience gains the latest knowledge and skills about Shodo (Japanese calligraphy). The results of this activity are that participants can understand basic kanji calligraphy techniques, namely kaisho, with a focus on four material skills, namely mastering line and tome techniques on kanji 一, kanji 十. Then master the technique of making a combination of horizontal and vertical lines, and can make hidari harai and hane on kanji 口 and kanji 行. Participants can also master the technique of making kagi hane on kanji 円、kanji 先. In addition, participants can also master the technique of making migi harai on the kanji 本 and kanji 永. Participants also showed a high interest in Japanese calligraphy, this can be seen from the answers to the satisfaction questionnaire which stated that participants wanted to learn additional material on Japanese kanji calligraphy.
Abstrak
Program tutorial Kaligrafi Jepang pada 7 Nihongo Club SMA/Sederajat di kota Bandung ini bertujuan untuk untuk menambah wawasan mengenai Shodo atau teknik kaligrafi Jepang yang merupakan budaya tradisional Jepang dan mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap budaya tradisional Jepang, khususnya kaligrafi Jepang. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu pola kolaborasi antara komunitas dengan dunia pendidikan tinggi yang berorientasi aksi dengan service learning. Setelah kegiatan tutorial dilaksanakan khalayak sasaran mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbaru mengenai Shodo (kaligrafi Jepang). Hasil dari kegiatan ini peserta dapat memahami teknik kaligrafi kanji tingkat dasar yaitu kaisho, dengan fokus keterampilan empat materi yaitu menguasai teknik garis dan tome pada kanji 一, kanji 十. Kemudian menguasai teknik membuat garis kombinasi antara horizontal dan vertikal, dapat membuat hidari harai dan hane pada kanji 口dan kanji 行. Peserta juga dapat menguasai teknik membuat kagi hane pada kanji 円、kanji 先 dan menguasai teknik membuat migi harai pada kanji 本 dan kanji 永. Selain itu berdasarkan jawaban kuesioner sekitar 60% peserta juga menunjukkan minat tinggi terhadap kaligrafi Jepang dan menyatakan ingin belajar materi tambahan mengenai kaligrafi kanji Jepang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sarwahita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright Notice
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs E-Journal Sarwahita : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.