Pembentukan Karakter Keindonesiaan Melalui Pengintegrasian Sejarah Lokal Dalam Mata Pelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Nasionalisme Siswa SMP Negeri 133 Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.21009/satwika.050206Keywords:
Sejarah Lokal, Nasionalisme, Karakter Keindonesiaan, Kepulauan SeribuAbstract
Tujuan pembelajaran sejarah adalah membentuk karakter bangsa sehingga memiliki peran yang penting dalam membentuk kesadaran kebangsaan dan menanamkan nilai keindonesiaan bagi generasi muda. Namun seringkali pembelajaran sejarah dianggap membosankan, kurang menarik minat belajar siswa apabila hanya menekankan materi yang ada di buku teks yang narasi sejarahnya lebih bersifat nasional sehingga siswa kurang merasakan manfaat untuk kehidupan nyatanya. Untuk itu perlu inovasi baik strategi, media maupun bahan ajar dikaitkan dengan sejarah lokal yang memiliki nilai kearifan yang sangat berguna bagi pembentukan karakter bangsa. Dalam rangka itu, dilakukan penerapan pembelajaran yang inovatif, integrative dengan sejarah lokal, di SMPN 133 Jakarta Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Metode pelaksanaan dilakukan melalui workshop dan untuk mengukur keberhasilan dilakukan penyebaran angket kepada 20 siswa/peserta. Kegiatan ini dapat dikatatakan berhasil memberikan kesadaran nasionalisme yang merupakan fondasi karakter Keindonesiaan. Hasil angket menunjukkan bahwa (95%) siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi sejarah lokal, (100%) siswa menilai pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan, serta (95%) siswa menyatakan bangga terhadap peninggalan sejarah di Kepulauan, Emodul terintegrasi sejarah lokal menumbuhkan rasa cinta tanah air (86%) dan kesadaran persatuan (90%). Dengan demikian disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian berupa penerapan e modul terintegrasi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, membentuk karakter keindonesiaan, dan memperkuat nasionalisme generasi muda di lingkungan sekolah.
References
Abdullah, T. (2021). Sejarah Lokal di Indonesia (7 ed.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Afiqoh, N., Atmaja, H. T., & Saraswati, U. (2018). Penanaman Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah Pokok Bahasan Perkembangan Islam di Indonesia Pada Siswa Kelas X IPS di SMA Negeri 1 Pamotan Tahun Ajaran 2017/2018. Indonesian Journal of History Education, 40-50.
Akbar, N. C. (2023, Maret). Pentingnya pendidikan sejarah guna memperkuat identitas nasional bangsa indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(3), 148-158. Retrieved September 9, 2025, from https://share.google/YbwubxNPRLAVhPeAy
Andriani, R., & Rasto. (2019). Motivasi Belajar Sebagai Determinan Hasil Belajar Siswa. Manpier: Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 4(1), 80-86. doi:https://doi.org/10.17509/jpm.v4i1.14958
Ardiyanto, H., & Fajaruddin, s. (2019). Tinjauan atas artikel penelitian dan pengembangan pendidikan di Jurnal Keolahragaan. Jurnal Keolahragaan, 7(1), 83-93. doi:https://doi.org/10.21831/jk.v7i1.26394
Arianti. (2018). Peranan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Kependidikan, 12(2), 117-134.
Asmara, Y. (2019). Pembelajaran Sejarah Menjadi Bermakna dengan Pendekatan Kontektual. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial-Humaniora, 2(2), 105-120. doi:https://doi.org/10.31539/kaganga.v2i2.940
Cooper, H. (1992). The Teaching of History: Implementing the National Curriculum. London: David Fulton Publishers.
Drake, F. D., & Nelson, L. R. (2005). Engagement in Teahing History: Theory and Practices for Middle and Secondary Teachhers. New Jersey: Pearson Prentice-Hall.
Drayer, J., Gregersen, H., & Christensen, C. M. (2011). The Innovator’s DNA: Mastering the Five Skills of Disruptive Innovators. Boston: Harvard Business Review Press.
Firmansyah, H., Silahudin, R., Ikramullah, F., & Kamariah, K. (2022, Desember). Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pontianak di Sekolah Menangah Atas. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 3843-3857. doi:https://doi.org/10.31316/jk.v6i2.3526
Hasan, S. H. (2019). Pendidikan sejarah untuk kehidupan abad ke 21. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 2(2), 61-71. doi:DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v2i2.16630
Jumardi, S. M. (2017). Peranan Pelajaran Sejarah Dalam Pengembangan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Nilai Sejarah Lokal di SMA Negeri 65 Jakarta Barat. Jurnal Pendidikan Sejarah, 6(2), 1-11. doi:https://doi.org/10.21009/JPS.062.08
Kolb, D. A. (2015). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. London: Pearson Education, Incorporated. Retrieved September 2025
Priyadi, S. (2012). Sejarah lokal: Konsep, Metode, dan Tantangannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Schuller, T., & Watson, D. (2009). Learning Through Life. Inquiry into the Future for Lifelong Learning. Leicester: National Institute for Adult Continuing Education.
Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Ponorogo: Cv. Nata Karya.
Sobel, D. (2004). Place-Based Education: Connecting Classrooms and Communities (2 ed.). Columbia: Orion Society. Retrieved September 2025
Suharmaji, L., Alfian, S. Y., & Wahyudi. (2021). Sejarah Lokal Napas Bangsa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills. Learning for Life in Our Times. San Francisco: Jossey-Bass.
Wagner, T. (2008). The Global Achievement Gap. New York: Basic Books. A Member of the Perseus Books Group.
Wineburg, S. (Historical Thinking and Other Unnatural Acts: Charting the Future of Teaching the Past). 2001. Philadelphia: Temple University Press.
Zimmerman, M. A. (2018). Handbook of Community Pyschology: Empowerment Theory Psychological, Organizational and Community Levels of Analysis. Springer Nature Link, 43-63. Retrieved from https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-4615-4193-6_2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur aeni Marta, Diki, Sekar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Satwika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors who publish with this journal agree to the following terms:
In developing strategy and setting priorities, SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
SATWIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit , provide a link to the license, and indicate if changes were made . You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits







