Theological Anthropocentrism: An Interpretation of Scripture and Semitic Theodicy in Overcoming the Environmental Crisis

Penulis

  • Nurul Huda Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Indonesia
  • Arqom Kuswanjono Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Indonesia
  • Agus Himmawan Utomo Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/hayula.007.02.03

Kata Kunci:

Teodisi, Teosentrism, Antroposentrisme

Abstrak

Penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi dengan menawarkan teodisi sebagai landasan teologi antroposentris untuk mensucikan Tuhan dari segala citra buruk yang terjadi pada ciptaanNya serta kritik teologis terhadap pandangan teosentris yang memposisikan Tuhan dengan kehendak mutlaknya dapat berbuat apapun termasuk mencipatakan dan mengizinkan krisis lingkungan terjadi, juga pandangan antroposentris yang memposisikan manusia dengan kehendak bebasnya telah menyebabkan terjadinya krisis lingkungan. Kontradiksi keyakinan terhadap Tuhan sebagai Dzat yang Mahasempurna dengan fakta adanya masalah kejahatan (ketidaksempurnaan) pada ciptaanNya merupakan perdebatan perennial yang sudah ada bersamaan dengan lahirnya agama-agama tersebut.  Metode penelitian menggunakan kajian literatur dan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif hermentika. Hasil penelitian mendeskripsikan pandangan Alkitab dan al-Qur’an tentang kebebasan manusia dan menghadirkan perdebatan teodisi dari tradisional hinggan modern dalam teologi Kristen dan Islam, tentang peran dan etika manuasia terhadap alam atau  lingkungan. Hasil penelitian diharapkan menjadi literasi teologis atau bahan argumentasi teologis atas perlunya intervensi manusia bersikap adil, baik, dan benar terhadap lingkungan. Intervensi ini selain sebagai wujud implementasi keimanan kepada Dzat yang Mahasempurna, juga sebagai tanggungjawab manusia sebagai agen moral pemelihara lingkungan.

 

Biografi Penulis

Nurul Huda, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Indonesia

 

 

Arqom Kuswanjono, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Indonesia

 

 

Agus Himmawan Utomo, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Indonesia

 

 

Referensi

Abdullah Siddiq. Hukum Warisan Islam Dan Perkembangannya Di Seluruh Dunia Islam. Jakarta: Penerbit Wijaya, 1984.
Ahsan Dawi, SH., SHI., MSI. “Pembaruan Hukum Keluarga Di Turki(Studi Atas Perundang-Undangan Perkawinan),” 2012, 8. https://www.scribd.com/embeds/93300992/content?start_page=1&view_mode=scroll&access_key=key-fFexxf7r1bzEfWu3HKwf.
Ariphia, Meydina Dwi, Fifiana Wisnaeni, Adya Paramita Prabandari, Progrm Studi, Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, and Universitas Diponegoro. “Perbandingan Pengaturan Pemberian Waris Pada Ahli Waris Non Muslim Di Indonesia Dan Malaysia.” Notarius 12, no. 2 (2019): 883–99. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/notarius/article/download/29133/16792.
Destri Budi Nugraheni, Haniah Ilhami. Pembaharuan Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2014.
Erniwati, Erniwati. “Wasiat Wajibah Dalam Perspektif Hukum Islam Di Indonesia Dan Komparasinya Di Negara-Negara Muslim.” Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan 5, no. 1 (2018): 63–74. https://doi.org/10.29300/mzn.v5i1.1437.
Fadhilah, Naily. “Pembaruan Hukum Waris Islam: Wasiat Wajibah Mesir Dan Relevansinya Dengan Konsep Waris Pengganti Indonesia,” 2021, 51–62.
Fitria, Vita. “Hukum Keluarga Di Turki Sebagai Upaya Perdana Pembaharuan Hukum Islam,” 1951, 1–15. https://media.neliti.com/media/publications/18111-ID-hukum-keluarga-di-turki-sebagai-upaya-perdana-pembaharuan-hukum-islam.pdf.
Habiburrahman. Rekontruksi Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Jakarta: KENCANA, 2011..
Hidayati, Sri. “Ketentuan Wasiat Wâjibah Di Pelbagai Negara Muslim Kontemporer.” AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah 12, no. 1 (2012): 81–90. https://doi.org/10.15408/ajis.v12i1.982.
Hisyam Qublan. Washiya Al-Wajibah Fi Al-Islam. Beirut: Mansyurat Bahr al-Mutawassith, 1971.
Jaenudin, Jaenudin. “Penerapan Dan Pembaharuan Hukum Islam Dalam Tata Hukum Turki.” ADLIYA: Jurnal Hukum Dan Kemanusiaan 10, no. 1 (2019): 19–34. https://doi.org/10.15575/adliya.v10i1.5144.
M. Anshar, Mk. Hukum Kewarisan Islam Dalam Teori Dan Praktek. Yokyakarta: Pustaka Pellajar, 2013
Manaf, Syahir. “Pengamalan Wasiat Wajibah Di Mahkamah Syariah Negeri Sembilan Berdasarkan Peruntukan Enakmen Wasiat Orang Islam Negeri Sembilan 2004,” no. March (2020).
Muhamad Asni, Muhammad Fathullah Al Haq, and Jasni Sulong. “Fatwa on Wajibah Will and Unifomity of Provision in the Malaysian States Fatwa.” Al-Qanatir International Journal of Islamic Studies 5, no. 1 (2016): 1–15. http://al-qanatir.com/index.php/qanatir/article/view/42.
Nasrun, Moh., and Sulthon Fathoni. “Positifikasi Hukum Keluarga Di Dunia Muslim Melalui Pembaharuan Hukum Keluarga.” Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 20, no. 01 (2020): 63. https://doi.org/10.32939/islamika.v20i01.568.
Nofiardi. “Wasiat Wajibah Dan Perkembangannya.” Al-Hurriyah 10, no. 1 (2009).
Nor Azlina Abd Wahaba, Norafifah Ab Hamidb, Norajila Che Manc& Rawi Nordind. Faraid Dan Hibah: Persediaan Ke Arah Pencen Hakiki. Physics Today. Vol. 10, 1957. https://doi.org/10.1063/1.3060178.
Rosyid, Maskur. “Kriminalisasi Terhadap Hukum Keluarga Di Dunia Muslim.” Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam 3, no. 1 (2020): 175–93. http://jurnal.stitalamin.ac.id/index.php/alamin/article/view/48.
Seri Pustaka Yustisia. Kompilasi Hukum Islam. Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2004
Shesa, Laras. “Keterjaminan Kedudukan Dzaul Arham Dalam Kewarisan Islam Melalui Wasiat Wajibah.” Al-Istinbath : Jurnal Hukum Islam 3, no. 2 (2018): 145. https://doi.org/10.29240/jhi.v3i2.615.
Syafi‟i. “Wasiat Wajibah Dalam Kewarisan Islam Di Indonesia” 02 (2017): 119–30. https://media.neliti.com/media/publications/271167-wasiat-wajibah-dalam-kewarisan-islam-di-48def31a.pdf. Tafsir Web. “Surat Al-Baqarah Ayat 180.” tafsirweb.com, n.d. https://tafsirweb.com/681-surat-al-baqarah-ayat-180.html.
Tafsir Web. “Surat Al-Baqarah Ayat 180.” tafsirweb.com, n.d. https://tafsirweb.com/681-surat-al-baqarah-ayat-180.html.
Tohir Muhammad. Familli Law Reform in the Moeslem Word. Bombai, 1972.
Tri Nugroho, Ishak, Muhammad Akbar, and Suhri Hanafi. “Perkembangan Perundang-Undangan Hukum Keluarga Muslim Di Mesir ( Studi Wasiat Wajibah Di Mesir).” Familia: Jurnal Hukum Keluarga 1, no. 1 (2020): 1–20. https://doi.org/10.24239/familia.v1i1.1.
Umar Faruq Thohir. “Pembaharuan Hukum Waris Islam Di Turki.” Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam 5, no. 2 (2019): 181–201. https://doi.org/10.36835/assyariah.v5i2.121.
Wajdi, F. (2020). Transnational religious movement. Routledge International Handbook of Religion in Global Society.
Yusuf Somawinata. “Wasiat Wajibah; Konsep Dan Pelaksanaannya Dalam Hukum Positif Di Indonesia,” n.d.
Yasin Yusuf Abdillah, S.H.I., M.H. “Perbandingan Penerapan Hukum: Konsep Wasiat Wajibah Antara Kompilasi Hukum Islam Indonesia Dengan Enakmen Negeri Selangor Malaysia” 4, no. 1 (2016): 1–23. https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/konsep-wasiat-wajibah-antara-kompilasi-hukum-islam-indonesia-dengan-enakmen-negeri-selangor-malaysia-oleh-yasin-yusuf-abdillah-s-h-i-m-h-2-1.

Diterbitkan

2023-07-30

Cara Mengutip

Huda, N. ., Kuswanjono, A. ., & Himmawan Utomo, A. (2023). Theological Anthropocentrism: An Interpretation of Scripture and Semitic Theodicy in Overcoming the Environmental Crisis. Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-Disiplin, 7(2), 161–184. https://doi.org/10.21009/hayula.007.02.03