Efektifitas Pelatihan Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Guru di SMP Inklusi
DOI:
https://doi.org/10.21009/JendelaAkademika.401.03Abstrak
Pendidikan inklusif di Indonesia menuntut guru untuk siap tidak hanya dalam aspek pedagogis, tetapi juga dalam kesiapan mental dan psikologis untuk mengelola keragaman peserta didik. Namun, banyak guru masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan psikologis dalam praktik pembelajaran inklusif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan mental dan pendekatan psikologis guru melalui intervensi psikoedukasi. Program dilaksanakan di SMP Negeri 10 Malang dengan melibatkan 37 guru, guru pendamping (shadow teacher), dan guru pendidikan inklusif. Metode pelaksanaan terdiri atas empat sesi psikoedukasi, meliputi kuliah interaktif, diskusi kasus, permainan peran (role play), serta evaluasi berbasis pretest–post-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan psikologis (rata-rata pretest = 81,9; rata-rata post-test = 90,3; p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kesiapan mental guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan inklusif. Dengan demikian, psikoedukasi terbukti efektif sebagai strategi untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pengembangan model pelatihan berkelanjutan berbasis pendekatan psikologis.
Kata kunci: pendidikan inklusif, kesiapan mental guru, psikoedukasi, kesejahteraan psikologis, keragaman peserta didik
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ulifa Rahma, Yuliezar Perwira Dara, Naila Kamaliya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





