Peningkatan Kemandirian Makan Menggunakan Sendok Melalui Teknik Scaffolding pada Peserta Didik Down Syndrome di SLB Khrisna Murti
DOI:
https://doi.org/10.21009/jpk.v3i2.58362Keywords:
scaffolding, kemandirian makan, down syndrome, bina diriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian bina diri makan menggunakan sendok pada peserta didik dengan Down Syndrome melalui penerapan teknik pembelajaran scaffolding. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain subjek tunggal (A-B-A) untuk melihat perubahan perilaku secara sistematis sebelum, selama, dan setelah intervensi. Subjek penelitian adalah seorang siswa di SLB Khrisna Murti Jakarta yang belum mampu makan secara mandiri. Penelitian dilaksanakan selama 14 hari dan terdiri atas tiga fase, yaitu Baseline 1 (A1), Intervensi (B), dan Baseline 2 (A2). Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kemampuan makan menggunakan sendok dan dianalisis menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan makan mandiri, ditandai dengan skor rata-rata 0 pada fase A1, meningkat menjadi 22,92 pada fase B, dan kembali meningkat menjadi 25,93 pada fase A2. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik scaffolding yang diberikan secara bertahap, mulai dari bantuan penuh, bantuan sebagian, hingga tahap mandiri, efektif dalam meningkatkan kemandirian makan pada peserta didik dengan Down Syndrome.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irawati Nasution, Bahrudin, Muhammad Arif Taboer

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




