Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Menggunakan Pendekatan Fonik dengan Strategi Scaffolding pada Peserta Didik Hambatan Intelektual Ringan Kelas VI di SLBN 3 Jakarta.
DOI:
https://doi.org/10.21009/jpk.v3i2.58413Keywords:
membaca permulaan, pendekatan fonik, scaffolding, hambatan intelektualAbstract
Membaca merupakan keterampilan dasar yang penting bagi peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, termasuk bagi mereka dengan hambatan intelektual ringan yang kerap mengalami kesulitan membaca kata berpola konsonan-vokal-konsonan-vokal (KVKV). Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca pola KVKV melalui pendekatan fonik yang dipadukan dengan strategi scaffolding menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian adalah empat siswa kelas VI di SLB Negeri 3 Jakarta, dengan data diperoleh melalui observasi dan tes serta dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil awal menunjukkan kemampuan membaca yang rendah, yaitu FI 40, MA 10, serta CN dan SA masing-masing 20. Setelah dilakukan tindakan selama tiga siklus, terjadi peningkatan signifikan, dengan nilai FI mencapai 90 dan MA, CN, serta SA masing-masing 80. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenal bunyi huruf, membedakan fonem, membaca suku kata, dan merangkai kata KVKV, sehingga menunjukkan bahwa pendekatan fonik dengan strategi scaffolding efektif dalam membantu peserta didik mengembangkan kemampuan membaca dasar secara bertahap dan lebih menyenangkan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Abrito Faathirrahman Uditian, Bahrudin, Indra Jaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




