Penerapan Metode Demonstrasi dan Modeling: Mengenal 3 Kata Bermakna pada Anak Hambatan Majemuk MDVI
Keywords:
hambatan majemuk, modeling, demonstrasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menganalisis efektivitas program pembelajaran pengenalan tiga kata bermakna, yaitu topi, buku, dan tas, kepada seorang anak dengan hambatan ganda berupa tunagrahita dan tunarungu total. Subjek dalam penelitian ini adalah TR, siswa kelas V di SLB Negeri 9 Jakarta. Berdasarkan hasil asesmen awal, T mengalami keterbatasan dalam komunikasi verbal, namun menunjukkan potensi komunikasi melalui isyarat arbiter sebagai bentuk komunikasi alternatif. Program pembelajaran dirancang menggunakan metode demonstrasi dan modeling, dengan pendekatan konkret, visual, dan simbolik untuk memperkuat pemahaman anak terhadap makna dan fungsi benda di sekitarnya. Intervensi dilakukan melalui rangkaian kegiatan yang mengutamakan visualisasi, penggunaan media konkret, serta stimulus berulang secara adaptif untuk meningkatkan kemampuan reseptif dan ekspresif subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan bertahap pada kemampuan T dalam mengenali, menunjukkan, dan memperagakan isyarat untuk ketiga kata target. Peningkatan tersebut dicapai melalui konsistensi pembelajaran, interaksi fleksibel, serta penyisipan waktu bermain sebagai strategi untuk mengatasi hambatan dalam konsentrasi dan perhatian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis visual dan isyarat dapat memberikan kontribusi positif dalam proses pemaknaan bahasa bagi anak dengan hambatan kompleks.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Neng Rahma Anggita, Laila Rahma, Ester Ardani Gok Uli, Syela Elrijosi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




