Identifikasi Tingkat Kerentanan Daerah dalam Menghadapi Bencana di Kota Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.21009/JSG.v4i1.05Keywords:
Bencana, Indeks Kerentanan, Kota Cirebon, Analisis spasialAbstract
Penelitian ini memetakan kerentanan bencana hidrometeorologi di Kota Cirebon berdasarkan dimensi sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan menggunakan pembobotan spasial tingkat kecamatan. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata indeks kerentanan kota tergolong rendah (0,30). Secara spasial, 68,87% wilayah (Kecamatan Harjamukti, Lemahwungkuk, dan Pekalipan) masuk kategori kerentanan rendah yang didukung oleh elevasi tinggi dan ketahanan ekonomi. Sebaliknya, 31,13% wilayah berada pada kategori kerentanan sedang, yakni di wilayah padat penduduk Kesambi dan Kejaksan. Meski cakupan areanya relatif kecil, Kejaksan mencatatkan skor kerentanan tertinggi (0,40) akibat tekanan lingkungan pesisir dan kerentanan sosial yang tinggi. Temuan ini menegaskan adanya hotspot risiko spesifik yang memerlukan intervensi prioritas di balik status kerentanan kota yang secara agregat rendah. Sebagai tindak lanjut, studi ini merekomendasikan mitigasi struktural (seperti perbaikan drainase dan restorasi ekosistem pesisir) diprioritaskan pada kawasan kerentanan sedang. Sementara itu, untuk wilayah berkerentanan rendah, fokus penanganan perlu diarahkan pada penguatan kapasitas adaptif masyarakat serta pengendalian tata ruang guna mempertahankan stabilitas kawasan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tamam Sartono, Andhika Putra Ilhami, Bintang Sandi Pratama Darmatin, Dian Prima Sari, Muzani Jalalludin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


