Mitigasi Risiko Tsunami Berbasis Kerentanan Wilayah dan Persebaran Shelter Evakuasi di Telukbetung Timur

Penulis

  • Andini Salsabila Teknik Geofisika, Universitas Lampung
  • Rahmi Mulyasari Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Selvi Hoirun Nissa Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Priska Adelia Putri Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Dwi Apriyanti Lestari Teknik Geofisika, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.21009/JSG.v3i2.04

Kata Kunci:

Mitigasi Bencana, Tsunami, Lokasi Shelter, Telukbetung Timur

Abstrak

Telukbetung Timur merupakan salah satu kecamatan di Kota Bandar Lampung yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap tsunami akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta aktivitas tektonik dari Gunung Krakatau dan Sesar Semangko. Faktor geologis ini meningkatkan potensi gempa dan tsunami di wilayah tersebut, sebagaimana tercermin dari peristiwa tahun 1883 dan 2018. Dalam upaya mitigasi, dilakukan pemetaan jalur evakuasi tsunami menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan network analysis untuk menentukan rute tercepat menuju shelter. Wilayah penelitian terbagi ke dalam zona sangat tinggi seluas 274,93 ha, zona tinggi 153,54 ha, dan zona aman 696,03 ha. Hasil menunjukkan empat jalur evakuasi utama yang mengarah ke enam shelter, sebagian besar berada di masjid dan mushola yang terletak di zona aman dan pada area dengan elevasi lebih tinggi. Shelter tambahan berupa sekolah juga dianalisis, namun tidak digunakan sebagai shelter utama karena keterbatasan struktur dan fungsi. Jalur evakuasi yang dirancang mempertimbangkan topografi, aksesibilitas, dan kapasitas shelter untuk memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan aman.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30

Cara Mengutip

Salsabila, A., Rahmi Mulyasari, Nissa, S. H., Putri, P. A., & Lestari, D. A. (2025). Mitigasi Risiko Tsunami Berbasis Kerentanan Wilayah dan Persebaran Shelter Evakuasi di Telukbetung Timur. Jurnal Sains Geografi, 3(2), 119–124. https://doi.org/10.21009/JSG.v3i2.04