Program “SEJIWA” Untuk Meningkatkan Mental Health Literacy Pada Masyarakat Di Kecamatan Limo Kota Depok

Authors

  • Ernita Zakiah Universitas Negeri Jakarta
  • Dr. Phil. Zarina Akbar Universitas Negeri Jakarta
  • Mauna Universitas Negeri Jakarta
  • Nanda Putri Adhiningtyas Universitas Negeri Jakarta
  • Farisa Azzahwa Universitas Negeri Jakarta
  • Keysa Saliha Aryani Budi Universitas Negeri Jakarta

Keywords:

Mental Health Literacy, Stigma, Kesehatan Mental, Limo, Depok, Mental Health

Abstract

Abstrak
Rendahnya literasi kesehatan mental yang dimiliki oleh masyarakat, termasuk stigma negatif yang diberikan kepada masyarakat diantaranya melihat bahwa gangguan mental adalah sesuatu yang aneh dan penderitanya harus dihindari. Selain itu, masih adanya stigma masyarakat yang buruk tentang gangguan mental dapat membuat penderita terhambat dalam mencari bantuan profesional. Permasalahan ini juga ditemukan pada warga perumahan De Fatmawati di Kecamatan Limo Kota Depok. Komplek perumahan De Fatmawati banyak diisi oleh para pekerja yang tentunya tidak lepas dari stres dan kecemasan akibat beban pekerjaan dan kehidupan urban. Selain itu, tidak jarang warga yang masih menganggap bahwa gangguan mental merupakan sesuatu yang tabu dan memalukan. Akibatnya, mereka menjadi tidak terbuka ketika memiliki masalah terkait kesehatan mental. Maka, hal ini cukup penting untuk dilakukan program psikoedukasi dalam bentuk program “Sejiwa” untuk meningkatkan mental health literacy pada masyarakat di kecamatan Limo kota Depok. Program psikoedukasi ini melibatkan sebanyak 22 peserta yang hadir dalam rangkaian kegiatan. Kegiatan ini dilakukan secara luring di pelataran masjid Az-zahra, Kecamatan Limo Kota Depok. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan masyarakat ini terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta terkait literasi kesehatan mental.


Abstract
The low level of mental health literacy in community is often accompanied by negative stigma, such as perceiving mental disorders as strange and believing that those who suffer from them should be avoided. Furthermore, the persistent negative social stigma surrounding mental disorders can hinder sufferers from seeking professional help. Such issues were also identified among residents of the De Fatmawati in Limo, Depok. The residential area is largely inhabited by workers who are vulnerable to stress and anxiety due to occupational demands and the pressures of urban life. Moreover, many residents still regard mental disorders as taboo and shameful, resulting in a lack of openness when dealing with mental health concerns. To address this problem, a psychoeducation program called “Sejiwa” was implemented to improve mental health literacy among the community in Limo, Depok. The program engaged 22 participants and was held offline at the Masjid Az-Zahra. The success of this community activity can be seen from the increased understanding of participants regarding mental health literacy.

Downloads

Published

03-11-2025

How to Cite

Ernita Zakiah, Dr. Phil. Zarina Akbar, Mauna, Nanda Putri Adhiningtyas, Farisa Azzahwa, & Keysa Saliha Aryani Budi. (2025). Program “SEJIWA” Untuk Meningkatkan Mental Health Literacy Pada Masyarakat Di Kecamatan Limo Kota Depok. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), SNPPM2025SH-184 - SNPPM2025SH-191. Retrieved from https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/snppm/article/view/60944

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.