This is an outdated version published on 2025-07-10. Read the most recent version.

Peran Komunikasi Keluarga dalam Membangun Resiliensi Remaja Madya Fatherless di Jakarta Barat

Authors

  • Aulia Afriliani Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka
  • Nurlina Rahman Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Novi Andayani Praptiningsih Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

DOI:

https://doi.org/10.21009/COMM.034.08

Keywords:

komunikasi keluarga, remaja madya, fatherless, resiliensi, dukungan emosional, fenomenologi

Abstract

This article aims to explain how family communication resilience is formed in middle adolescents experiencing fatherless conditions. The problem is focused on the patterns of family communication that contribute to building adolescents' psychological resilience and the role of father-substitute figures within the family. To approach this issue, the study refers to the theoretical framework of family resilience by Froma Walsh and interpersonal communication theory. Data were collected through a qualitative method using a phenomenological approach, involving in-depth interviews with five middle adolescents living in West Jakarta who have experienced fatherlessness. The data were analyzed thematically based on the participants' subjective experiences. This study concludes that open communication, emotional support from mothers or substitute figures, and involvement in positive activities are key factors in developing adolescent resilience. In addition, adolescents show the ability to manage emotions and construct positive meaning from their life situations. These findings emphasize the importance of strengthening family roles and social environments in supporting adolescents to cope with the absence of a father figure.

 

Keywords: Adolescent Resilience; Emotional Support; Fatherless: Family Communication; Phenomenology

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana resiliensi komunikasi keluarga terbentuk pada remaja madya yang mengalami kondisi fatherless. Masalah difokuskan pada bentuk komunikasi keluarga yang berperan dalam membentuk ketahanan psikologis remaja serta dukungan dari figur pengganti ayah dalam keluarga. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari resiliensi keluarga Froma Walsh dan teori komunikasi interpersonal. Data-data dikumpulkan melalui metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan wawancara mendalam terhadap lima remaja madya yang tinggal di Jakarta Barat dan mengalami kondisi fatherless. Data dianalisis secara tematik berdasarkan pengalaman subjektif para informan. Kajian ini menyimpulkan bahwa komunikasi terbuka, dukungan emosional dari ibu atau figur pengganti, serta keterlibatan dalam kegiatan positif merupakan faktor utama yang membentuk resiliensi remaja. Selain itu, remaja juga menunjukkan kemampuan mengelola emosi dan membangun makna positif terhadap situasi yang mereka alami. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendampingi remaja menghadapi kondisi kehilangan figur ayah.

 

Kata Kunci: Dukungan Emosional; Fatherless; Fenomenologi; Komunikasi Keluarga; Resiliensi Remaja

References

Anjani, A. F., Anjani, N. K. M., Giovana, S., Apriliani, S., & Farisandy, E. D. (2024). Cinta Pertama Hilang: Mengungkap Dinamika Forgiveness Perempuan Dewasa Tanpa Ayah Pasca Perceraian. Psyche 165 Journal, 17(1), 48–56. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v17i1.332

Gemilang, D. T., & Putri, Y. R. (2024). Analisis Strategi Komunikasi Oz Crew Dalam Mempromosikan Event Musik Pada Instagram @Ozradiobandung. Jurnal Communicology, 12(2), 173–190.

Kartini, T., Effendy, D. I., & Rohman, E. T. (2023). Bimbingan Konseling Individu Mengatasi Regulasi Emosi Negatif Pada Remaja Fatherless. Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, Dan Psikoterapi Islam, 11(2), 167–188. https://doi.org/10.15575/irsyad.v11i2.30285

Kause, E. P. P., Siti, S., & Steafany, J. H. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menangani Remaja Perempuan Yang Mengalami Fatherless. SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 5(2), 368–377. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v5i2.274

Khotimah, K. (2018). Faktor Pembentuk Resiliensi Remaja Dari Keluarga Broken Home di Desa Pucung Lor Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 12(1), 136–157. https://doi.org/10.24090/komunika.v12i1.1384

Mohamad Permana, R. S., & Suzan, N. (2023). Peran Komunikasi dalam Konteks Hubungan Keluarga. Jurnal Kajian Budaya Dan Humaniora, 5(1), 43–49. https://doi.org/10.61296/jkbh.v5i1.93

Mustika, S., & Tellys Corliana. (2022). Komunikasi Keluarga dan Resiliensi pada Perempuan Korban Kekerasan Berbasis Gender Online. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 20(01), 14–26. https://doi.org/10.46937/20202238826

Nurmalasari, F., Fitrayani, N., Paramitha, W. D., & Azzahra, F. (2024). Dampak Ketiadaan Peran Ayah (Fatherless) terhadap Pencapaian Akademik Remaja: Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 14. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2567

Pamungkas, D. P. P., & Sumardjijati. (2024). Konsumsi Media Informasi Sebagai Wadah Pemahaman Seks Bagi Remaja. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 144–154. https://doi.org/10.21009/comm.032.09

Praptiningsih, N. A., Mulyono, H., & Setiawan, B. (2024). Toxic relationship in youth communication through self-love intervention strategy. Online Journal of Communication and Media Technologies, 14(2). https://doi.org/10.30935/ojcmt/14292

Praptiningsih, N. A., & Putra, G. K. (2021). Toxic Relationship Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kalangan Remaja. Communication, 12(2), 132. https://doi.org/10.36080/comm.v12i2.1510

Putri, V. K., Yang, A., Fatherless, M., Perceraian, A., Tua, O., Vironica, R., Putri, W. P., Yuliastuti, R., Kusmiati, E., Kristen, U., & Wacana, S. (2022). Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia. Gambaran Kecemasan Diri Wanita Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless Akibat Perceraian Orang Tua, 7(3), 0–00. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bk

Rachmah, R. A., Noviekayati, I., Ananta, A., & Psikologi, F. (2023). Kenakalan pada remaja madya: Bagaimana peran keberfungsian keluarga? INNER: Journal of Psychological Research, 3(2), 293–300.

Rachmanulia, N., & Dewi, K. S. (2023). Dinamika Psikologis Pada Anak Perempuan dengan Fatherless di Usia Dewasa Awal: Studi Fenomenologis. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia, 4, 88–98.

Rahman, N., Said, A., & Maududi, M. M. (2025). Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Remaja Upaya Pencegahan Penggunaan Narkoba di Karang Taruna Karet Setia Budi. 9(1), 31–39.

Rina, A. P., Pratikto, H., Rizal, M., & Martin, A. (2023). Efektivitas Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) untuk Meningkatkan Persepsi Diri Positif Pada Remaja yang Fatherless Psycholog. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 14(2), 193–205.

Safana ’Aidah, & Fahmi. (2024). Peran Suami Perfeksionisme Dalam Meningkatkan Resiliensi Keluarga: Sebuah Tinjauan Literatur. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(1), 75–88. https://doi.org/10.46773/usrah.v5i1.1299

Salsa Cantika Aster Budiani, Ratnaningrum Z.D., F.L. (2024). Peran Empati di Keluarga Fatherless pada Anak Usia Dewasa Awal. SABER: Jurnal Teknik Informatika, Sains Dan Ilmu Komunikasi, 2(4), 73–83. https://doi.org/10.59841/saber.v2i4.1688

Saputra, D. S., Dwi Isdianto, I., Luftia Nila, B., Felix Samosir, R., Hamdani, M. N., Nurfitriyanti, S., & Nurhidayati, A. (2024). The Influence of the Cinematic Therapy Short Movie in Increasing Self-Esteem of Fatherless Community X Teenagers in Sepatan. Jurnal Perempuan Dan Anak (JPA), 7(1), 17–28.

Tahir, R. D., Fatimah, J. M., & Kahar, K. (2024). Interaksi Simbolik dalam Perbedaan Konsep Diri pada Anak yang Tidak Memiliki Figur Ayah (Fatherless). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(5), 4697–4702. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i5.4468

Thoyyibah, A. E., & Ahmad Fauzan. (2025). Jurnal Inovasi Global. Jurnal Inovasi Global, 2(3), 543–551.

Utami, N. D., Rakhmat, C., & Zulkarnaen, R. H. (2023). The Impact of Fatherlessness on Children ’ s Ability to Control Their Emotions. Jurnal Pendidikan Amartha, 2(2), 96–111.

Wardani, P. K., & Supratman, L. P. (2021). Komunikasi Interpersonal Remaja-Orangtua Berbeda Agama Tentang Kebebasan Remaja Memilih Agama Dalam Keluarga. Communicology, 9(2), 272–288.

Wibiharto, B. M. Y., Setiadi, R., & Widyaningsih, Y. (2021). Relationship Pattern of Fatherless Impacts to Internet Addiction, the Tendency to Suicide and Learning Difficulties for Students at SMAN ABC Jakarta. Society, 9(1), 264–276. https://doi.org/10.33019/society.v9i1.275

E-BOOK

Charles R. Berger. (2021). Investigasi Ilmiah atas Komunikasi Keluarga dan Pernikahan: Handbook Ilmu Komunikasi . Nusa Media.

Fathurokhmah, F. (2024). Metodelogi Penelitian Komunkasi Kualitatif. Bumi Aksara.

Nursapia Harahap. (2020). Penelitian Kualitatif.

Roosinda, Fitria Widiyani. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Zahir Publising .

Zurriyatun Thoyiah. (2021). Komunikasi Dalam Keluarga: Pola Dan Kaitannya Dengan Kenakalan Remaja. Penerbit NEM.

Downloads

Published

2025-07-10

Versions

How to Cite

Afriliani, A., Rahman, N., & Praptiningsih, N. A. (2025). Peran Komunikasi Keluarga dalam Membangun Resiliensi Remaja Madya Fatherless di Jakarta Barat. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 119–137. https://doi.org/10.21009/COMM.034.08