Intercultural Communication Life of Transnational Indonesian PhD Muslim Female Students in the US and Australia

Penulis

  • Win Listyaningrum Arifin Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.21009/005.01.05

Kata Kunci:

intercultural communication, educated Muslim women. transnationals

Abstrak

Studi ini menginvestigasi kehidupan komunikasi intercultural mahasiswi PhD muslim Indonesia di Amerika Serikat dan Australia sebagai transnasional. Mereka tidak hanya menghadapi masalah bahasa tetapi juga tantangan lingkungan baru baik secara akademis maupun sosial. Stereotip, stigmatisasi, diskriminasi, dan bentuk opresi lain muncul yang berhubungan dengan identitas visual mereka. Menerapkan Teori Negosiasi Identitas Stella Ting-Toomey untuk menjawab pertanyaan: (1) Seberapa jauh pengaruh komunikasi interkultural mahasiswi ini selama tinggal di negara tersebut? dan (2) Sejauh mana pengaruh kompetensi komunikasi interkultural terhadap kesuksesan mahasiswi ini? Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan hasil rekaman video/audio maupun catatan yang diberikan oleh responden di Amerika Serikat dan Australia. Perlakuan sama digunakan dengan meminta responden membuat video atau catatan tentang isu yang diambil dalam penelitian ini. Berdasarkan rekaman video/audio atau catatan menunjukkan bahwa kesuksesan komunikasi interkultural dari mahasiswi PhD muslimah Indonesia ini dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, dan keterampilan yang diperoleh dari tantangan kehidupan keseharian baik di lingkungan akademik maupun sosial. Ketiga elemen tersebut merupakan komponen yang sangat esensial dalam keberhasilan komunikasi interkultural. Komponen tersebut menjadi kompetensi untuk membentuk strategi adaptif. Kompetensi ini membantu dalam mengatasi masalah internal dan eksternal yang menghambat keefektifan komunikasi interkultural. Proses komunikasi interkultural sangat menantang. Tetapi, kompetensi selama tahun pertama tinggal dapat menjadi solusi dalam menghadapi masalah atau meminimalisir situasi-situasi yang sulit di tahun-tahun berikutnya.

Referensi

Andrian, E. (2015). Remedi Miskonsepsi Beberapa Konsep Listrik Dinamis Pada Siswa SMA Melalui Simulasi PhET Disertai LKS . Jurnal Pendidikan Fisika, 3(4), 362 – 369.

Berg, E. (1991). Miskonsepsi Fisika dan Remediasi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.

Caleon, I. S. (2010). Do Students Know What They Know and What They Don’t Know? Using a Four-Tier Diagnostic Test to Assess the Nature of Students’ Alternative Conceptions (Vol. 40). Res Sci Educ.

Dedah Siti Jubaedah, I. K. (2017). Pengembangan Tes Diagnostik Berformat Four Tier Untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa Pada Topik Usaha dan Energi. Prosiding Seminar Nasional Fisika. VI, pp. 35-40. Jakarta: UNJ.

Ismiara Indah Ismail, A. S. (2015, Juni 8 - 9). Diagnostik Miskonsepsi Melalui Listrik Dinamis Four Tier Test. Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains, 381-384.

Law, J. F. (2010). Diagnosis of Student Understanding of Content Specific Science Areas Using On-Line Two-Tier Diagnostic Tests. Australia: Curtin University of Technology.

Lin, S. (2004). Development and Application of a Two-Tier Diagnostic Test for High School Students’ Understanding of Flowering Plant Growth and Development. International Journal of Science and Mathematics Education, 2, 175-199.

Mosik. (2010). Usaha Mengurangi Terjadinya Miskonsepsi Fisika Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Konflik Kognitif. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6, 98-103.

Qisthi Fariyani, A. R. (2017). Four Tier Diagnostic Test To Identify Misconceptions In Geometrical Optics . UNNES Science Education Journal, 6(3), 1725-1729.

Qisti Fariyani, A. R. (2015). Pengembangan Four Tier Diagnostic Test untuk Mengungkap Miskonsepsi Fisika Siswa SMA Kelas X. Journal of Innovative Science Education, 4(2), 41-49.

Setianingsih, E. (2018). Identifikasi Miskonsepsi Materi Medan Magnet Menggunakan Three Tier Test Pada Siswa SMA di Kabupaten Jember. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jember: Universitas Jember.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Zaleha, dkk. (2017). Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik VCCI Bentuk Four-Tier Test pada Konsep Getaran. Jurnal Pendidikan Fisika dan Kelimuan (JPFK), 3, 36-42.

Diterbitkan

2021-01-29

Cara Mengutip

Arifin, W. L. (2021). Intercultural Communication Life of Transnational Indonesian PhD Muslim Female Students in the US and Australia. Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-Disiplin, 5(1), 93–110. https://doi.org/10.21009/005.01.05

Artikel Serupa

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.