Pernikahan Dini dan Reproduksi Budaya Patriarki di Solear, Kabupaten Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.21009/Saskara.041.01Kata Kunci:
Pernikahan Dini, Patriarki, Kecamatan SolearAbstrak
Pernikahan yang terjadi pada kelompok usia dini, berjalan dengan sebuah pemaknaan akan keterbatasan pasangan untuk melahirkan kesetaraan di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan fenomena pernikahan dini dalam mereproduksi budaya patriarki khususnya di dalam rumah tangga dan mengetahui bentuk budaya patriarki yang direproduksi dalam rumah tangga yang lahir dari pernikahan usia dini di Solear, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan bertumpu pada konsep patriarki Kate Millet dan keluarga menstratifikasi gender Randall Collins. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena pernikahan dini di wilayah Kecamatan Solear menunjukkan adanya proses reproduksi budaya patriarki melalui institusionalisasi nilai-nilai sosial patriarki di dalam keluarga, sehingga pada akhirnya melahirkan empat (marginalisasi, subordinasi, stereotip, dan beban ganda) dari lima bentuk ketidakadilan gender yang dicetuskan oleh Mansour Fakih. Namun, hasil temuan penelitian menunjukkan juga bahwa reproduksi budaya patriarki berasal dari mereka yang menikah di usia ideal.




6.png)
.png)
1.png)
.png)