Modal Sosial dalam Program Memilah Sampah Menabung Emas: Studi Kasus Pada Bank Sampah di Kabupaten Jember
DOI:
https://doi.org/10.21009/Saskara.052.05Keywords:
Bank Sampah, Memilah Sampah Menabung Emas, PegadaianAbstract
Efektivitas pengelolaan sampah menjadi tantangan saat meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi. Salah satu pendekatan partisipatif yang berkembang adalah pendirian bank sampah. Melalui program Memilah Sampah Menabung Emas
(MSME), PT. Pegadaian bermitra dengan bank sampah untuk mendorong kebiasaan memilah sampah dengan insentif tabungan emas. Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana jaringan, norma, dan kepercayaan berperan dalam keberlanjutan program MSME. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan teori modal sosial Putnam. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Informan berjumlah 11 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu perwakilan pihak Pegadaian dan bank sampah. Penggalian data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan program MSME dipengaruhi kekuatan modal sosial. Jaringan komunitas memungkinkan penyebaran informasi lebih efektif, kepercayaan memperkuat hubungan aktor, dan norma dapat mendorong kebiasaan positif pengelolaan sampah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ghebi Parwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




6.png)
.png)
1.png)
.png
)