RELASI KUASA PADA PERNIKAHAN POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF KEKERASAN SIMBOLIK
DOI:
https://doi.org/10.21009/Saskara.011.03Kata Kunci:
Poligami, Keluarga, Dominasi, Kekerasan SimbolikAbstrak
Penelitian ini dilandasi oleh ketertarikan peneliti tentang bagaimana relasi antara laki-laki dan perempuan dalam pernikahan poligami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang apa yang melatarbelakangi perempuan untuk bersedia dipoligami dan relasi seperti apa yang terjalin antara suami dan istri dalam keluarga poligami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik observasi, wawancara secara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka pada dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam keluarga poligami terdapat pertarungan wacana, pertarungan wacana ini dimenangkan oleh suami, sehingga suami berhak untuk menentukan nilai-nilai yang digunakan dalam keluarga. Dalam pernikahan poligami, agama digunakan dan dipercayai sebagai wacana dominan. Akumulasi modal juga mempengaruhi posisi suami dan istri dalam keluarga, diantaranya adalah modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik. Bentuk dominasi yang dilakukan oleh suami dan tidak disadarinya dominasi oleh istri yang bekerja secara halus ini dinamakan oleh Bourdieu sebagai bentuk kekerasan simbolik.




6.png)
.png)
1.png)
.png)