Perubahan Sosial : Alih Fungsi Lahan pada Masyarakat Bekasi

Penulis

  • Liyola Simatupang Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Rizki Setiawan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.21009/Saskara.021.03

Kata Kunci:

Perubahan Sosial, Pembangunan, Kota Pinggiran

Abstrak

Lahan lahan kosong ataupun lahan perkebunan di kota pinggiran sudah diperjual-belikan dan dibangun berbagai fasilitas berupa sarana dan prasarana untuk menunjang perkembangan kota. Perkembangan berupa pembangunan jalan, taman kota, cluster, outlet fashion, restaurant, dan lain lainnya sudah banyak dibangun sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pinggiran kota Bekasi dan mengetahui dampak serta perubahan kehidupan sosial apa saja yang terjadi akibat perkembangan pembangunan di kota pinggiran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di sekitar Bina Asih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjunjukkan bahwa awal pembangunan di Kecamatan Jatiasih diawali dengan pembangunan Jalan Tol Outer Ring Road yang sudah mulai beroperasi di tahun 2007, kemudian seiring berjalannya waktu lahan lahan kosong beralif fungsi dari pertanian menjadi pembangunan perumahan serta fasilitas sarana pendukung seperti rumah sakit, restaurant, outlet fashion, dan lain lain. Dampak dari pembangunan tersebut yaitu peningkatan jumlah penduduk, kasus pencurian, serta memudarnya nilai gotong royong. Perubahan sosial yang terjadi yaitu matapencaharian yang beragam dan masyarakat konsumsi.

Unduhan

Diterbitkan

2022-07-29

Cara Mengutip

Simatupang, L., & Rizki Setiawan. (2022). Perubahan Sosial : Alih Fungsi Lahan pada Masyarakat Bekasi. Saskara : Indonesian Journal of Society Studies, 2(1), 54–65. https://doi.org/10.21009/Saskara.021.03