KRITIK SOSIAL ERA ORDE BARU: KAJIAN SIMULAKRA DAN HIPERREALITAS DALAM LIRIK LAGU “MARS PENYEMBAH BERHALA” KARYA MAJELIS LIDAH BERDURI
DOI:
https://doi.org/10.21009/Saskara.052.03Kata Kunci:
Keywords: Hyperreality, New Order, Mars Penyembah BerhalaAbstrak
Penelitian ini menganalisis bentuk simulakra dan hiperrealitas pada era Orde Baru melalui lirik lagu “mars penyembah berhala” karya Majelis Lidah Berduri. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semiotika Jean Baudrillard untuk menafsirkan tanda dan makna dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan tiga tahap representasi realitas: pra-simulakra, ketika makna bersumber dari pengalaman autentik dan imajinasi; simulakra, ketika televisi membentuk persepsi publik melalui citra hasil konstruksi; dan hiperrealitas, ketika citra kekuasaan negara menggantikan realitas faktual, menciptakan legitimasi publik terhadap otoritarianisme. Penelitian ini menegaskan peran musik sebagai medium kritik sosial yang efektif dalam mengungkap konstruksi kekuasaan dan membentuk kesadaran kritis masyarakat, serta memperkaya kajian musik dan budaya di Indonesia dengan menjadikan lagu sebagai arsip kultural yang merekam memori sosial-politik Orde Baru.
Kata Kunci: Hiperrealitas, Orde Baru, Mars Penyembah Berhala
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Alif Hasugian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




6.png)
.png)
1.png)
.png)