Persepsi Guru terhadap Penggunaan SIBI dan BISINDO di SLB
DOI:
https://doi.org/10.21009/jpk.v3i2.58518Keywords:
persepsi guru, SIBI, BISINDO, efektivitas pembelajaran, SLBAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) terhadap penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam proses pembelajaran siswa tunarungu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang diberikan kepada 30 guru SLB Negeri di wilayah Jakarta Utara. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap penggunaan BISINDO memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dibandingkan dengan SIBI. Hal ini mengindikasikan bahwa BISINDO, yang bersifat lebih natural, ekspresif, dan sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh komunitas tuli, lebih mudah dipahami serta diterapkan oleh guru dalam interaksi pembelajaran sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi sistem isyarat yang komunikatif dalam mendukung pembelajaran yang inklusif dan adaptif. Selain itu, penelitian ini juga merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dalam penggunaan bahasa isyarat, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik tunarungu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Maulidia Khoeriyah, Murni Winarsih, Irah Kasirah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




