Strategi Regulasi Emosi pada Anak Tunarungu Berat dengan Penyerta Autisme
DOI:
https://doi.org/10.21009/jpk.v3i1.58647Keywords:
perkembangan emosi, tunarungu berat, spektrum autisme, pengenalan emosi, strategi pembelajaranAbstract
Perkembangan emosi merupakan aspek penting dalam membentuk kemampuan regulasi diri dan keterampilan sosial anak. Namun, anak dengan hambatan pendengaran berat yang disertai karakteristik spektrum autisme sering mengalami kesulitan dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara adaptif. Kesulitan ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses terhadap komunikasi verbal, kurangnya interaksi sosial bermakna, serta gangguan fungsi kognitif-sosial. Kajian teori menunjukkan bahwa perkembangan emosi pada anak berlangsung bertahap, mulai dari emosi primer hingga emosi sadar diri, yang memerlukan kesadaran sosial dan representasi diri. Anak dengan hambatan ganda kerap mengalami keterlambatan dalam mencapai tahapan-tahapan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengenalan emosi yang tepat bagi anak tunarungu berat dengan penyerta spektrum autisme. Strategi ini diharapkan dapat membantu anak mengenali dan mengekspresikan emosi secara lebih fungsional melalui pendekatan yang terstruktur, visual, dan responsif terhadap kebutuhan individual. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap intervensi pembelajaran sosial-emosional yang inklusif dan aplikatif di lingkungan pendidikan khusus.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahasya Isnaini Karim, Anissa Rizky Adhani, Felia Zahra Melodia R.E, Nabilah Tsabitah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



