Proses Metode Maternal Reflektif (MMR) untuk Pengembangan Kemampuan Semantik (Makna Kata) bagi Peserta Didik Tunarungu
DOI:
https://doi.org/10.21009/jpk.v2i2.64308Keywords:
metode maternal reflektif, semantik, makna kata, tunarunguAbstract
Metode Maternal Reflektif (MMR) merupakan metode yang dikenal efektif dalam membangun relasi makna yang mendalam bagi peserta didik Tunarungu. Metode ini juga digunakan di kelas D1A SLB-B Pangudi Luhur Jakarta, dan berperan untuk meningkatkan kemampuan semantik (pemahaman akan makna kata sifat) mulai dari pemahaman makna kata, struktur bahasa dan fungsi komunikasi sejak usia dini. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara kepada peserta didik, guru, dan kepala sekolah, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pengembangan kemampuan semantik menggunakan metode maternal reflektif (MMR) dalam pembelajaran makna kata sifat tidak dapat langsung dikembangkan, melainkan harus melalui beberapa proses. Proses pengembangan kemampuan semantik dimulai dari PERDATI (Percakapan dari Hati ke Hati), Visualisasi, PERCAMI (Percakapan Membaca Ideovisual), PERCALI (Percakapan Linguistik), dan Refleksi. Metode ini juga dapat meningkatkan empati dari peserta didik Tunarungu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Santika Angsar B. A, Murni Winarsih, Trisna Mulyeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




