Literature Review: Komunikasi Anak dengan Disabilitas Majemuk
DOI:
https://doi.org/10.21009/jpk.v3i1.64928Keywords:
komunikasi, disabilitas majemuk, komunikasi nonverbal, pendidikan inklusifAbstract
Komunikasi pada anak dengan disabilitas majemuk masih menjadi tantangan besar dalam praktik pendidikan dan layanan intervensi. Meskipun literatur terkini menekankan pentingnya komunikasi multimodal dan pengakuan ekspresi non-verbal sebagai bentuk komunikasi yang bermakna, implementasinya di lapangan belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara konsep ideal komunikasi dan praktik di lapangan melalui kajian literatur terhadap 20 artikel nasional dan internasional periode 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada keterbatasan pola pikir terhadap komunikasi non verbal, rendahnya kompetensi pendidik dalam memahami komunikasi non verbal, dan inkonsistensi intervensi antara di rumah dan sekolah sehingga menjadi penghambat perkembangan komunikasi anak. Pendekatan seperti Augmentative and Alternative Communication (AAC), ABA-VB, sistem isyarat kunci, dan Universal Design for Learning (UDL) efektif jika diterapkan secara konsisten dan kontekstual. Namun, penerapannya masih bersifat inkonsisten dan tidak terintegrasi, sehingga kajian ini memerlukan perubahan paradigma komunikasi, penguatan kolaborasi lintas lingkungan, serta pengembangan ekosistem inklusif sebagai dasar pengembangan layanan komunikasi anak dengan disabilitas majemuk.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indy Rahmawati, Irfi Syabaniah, Salwa Fadiyah Khoirurrakhman, Sashi Miranti Dwi Aulia, Mohammad Arif Taboer, Citra Ashri Maulidina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




