Transfigurasi dan Eksistensi Adat Perkawinan Tolaki
DOI:
https://doi.org/10.21009/JPS.151.08Keywords:
Adat Tolaki, Modongo Niwule, Perubahan Budaya, Revitalisasi AdatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transfigurasi dan eksistensi adat perkawinan Tolaki di Kelurahan Pondidaha serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan prosesi perkawinan, khususnya pada tradisi modongo niwule. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui lima tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Informan utama terdiri atas para ketua adat dan tokoh masyarakat, yaitu Syawal Saranani, Jamaludin, Surunggila, Sidin Kalenggo, dan Thaib Mangidi. Analisis data dilakukan melalui kritik sumber eksternal dan internal untuk menguji keabsahan data, kemudian dilanjutkan dengan interpretasi guna memahami perubahan makna dan praktik adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan adat perkawinan Tolaki dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, masuknya agama Islam, dinamika hukum dan kebijakan pemerintah, serta perubahan pola pikir akibat pendidikan dan gaya hidup. Tradisi modongo niwule yang dahulu sangat sakral kini mulai mengalami penyederhanaan, terutama dalam komunikasi, penentuan mahar, dan pelaksanaan prosesi yang semakin mengikuti tren modern. Meskipun demikian, nilai-nilai filosofis tetap dijaga oleh para tetua adat sebagai bentuk pelestarian warisan budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi adat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright
Jurnal Pendidikan Sejarah work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

