CRITICAL REFLECTIONS OF A CHEMISTRY TEACHER EDUCATOR IN REVEALING TEACHING IDENTITY: A CRITICAL AUTOETHNOGRAPHY RESEARCH

Penulis

  • Yuli Rahmawati Department of Chemistry Education, Faculty of Mathematics and Sciences, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No 10, Rawamangun. Jakarta. Indonesia
  • Peter C Taylor Science Mathematics Education Centre, Faculty Science and Technology, Curtin University, Bentley, Western Australia. 6102
  • Rekha K Koul Science Mathematics Education Centre, Faculty Science and Technology, Curtin University, Bentley, Western Australia. 6102

DOI:

https://doi.org/10.21009/JRPK.031.01

Abstrak

Paper ini fokus pada refleksi kritis terhadap identitas mengajar saya ketika saya terlibat sebagai guru pendamping dengan tiga guru sains dan murid-murid mereka yang berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. Saya adalah dosen sebuah universitas di Indonesia yang mendidik para calon guru kimia,saya telah bekerja di sebuah proyek co-teaching in sekolah-sekolah menengah di Western Australia. Berdasarkan karakteristik penelitian ini yang melibatkan refleksi diri terhadap praktik professional saya, saya menggunakan penelitian multi-paradigmatic dengan critical auto-etnography sebagai metodologi penelitian. Refleksi diri secara kritis telah membantu saya menyadari pentingnya menghargai perbedaan, berempati, membangun hubungan secara integral, berbagi control, saling memahami dan bernegosiasi. Akan tetapi, saya berjuang untuk dapat bekerja sama dengan guru-guru dan murid-murid, terutama dalam hal memahami perbedaan sosial dan budaya di antara kami.  Pada artikel ini, saya menginvetigasi biografi diri saya ketika menghadapi dilemma untuk prinsip mengajar saya, tapi banyak faktor yang membuat saya kembali ke praktek saya sebelumnya. Ketika saya bekerja dengan tiga guru sains tersebut, saya melihat diri saya pada diri mereka. Saya semakin menyadari, seringkali mengabaikan pemahaman murid-murid saya, karena terlalu fokus pada selesainya topik pada kurikulum yang saya sampaikan. Saya semakin menyadari kuatnya technical interest pada identitas saya sebagai guru sains. Perjalanan saya bekerja sama dengan guru-guru sains tersebut membuat saya selalu merefleksikan diri saya dan berkomitmen bahwa saya ingin menjadi pendidik yang berkomitmen terhadap transformative learning, memegang prinsip kontruktivism sebagai arahan menngajar serta membangun hubungan yang baik dengan murid-murid saya, dan memegang prinsip berpikir secara dialektik. Satu set belief ini saya percaya akan membuat saya tetap menjadi pendidik yang terus mempunyai visi melakukan perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik.

 

Kata Kunci : Co-teaching, identitas mengajar, auto/ethnography, teori belajar transformatif

Diterbitkan

2013-06-27

Cara Mengutip

Rahmawati, Y., Taylor, P. C., & Koul, R. K. (2013). CRITICAL REFLECTIONS OF A CHEMISTRY TEACHER EDUCATOR IN REVEALING TEACHING IDENTITY: A CRITICAL AUTOETHNOGRAPHY RESEARCH. Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), 3(1), 142–155. https://doi.org/10.21009/JRPK.031.01

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2