Analisis Kerawanan Longsor Menggunakan metode CMA di Kabupaten Tana Toraja
Landslide Vulnerability Analysis Using CMA Method in Tana Toraja Regency
DOI:
https://doi.org/10.21009/jsg.v3i1.52249Kata Kunci:
Kerawanan longsor, CMA, SIG, Tana Toraja, Mitigasi BencanaAbstrak
Kabupaten Tana Toraja memiliki karakteristik geografis yang rentan terhadap bencana longsor karena kondisi topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan longsor menggunakan metode Composite Mapping Analysis (CMA) dengan mengintegrasikan enam parameter: curah hujan, kelerengan, penggunaan lahan, elevasi, jenis tanah, dan geologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor geologi memiliki bobot tertinggi (36.95%), diikuti oleh lereng (26.44%), dan curah hujan (18.17%). Berdasarkan zonasi kerawanan, 83.54% wilayah termasuk kategori aman, 9.51% tidak rawan, 2.18% rawan, dan 4.77% sangat rawan. Wilayah dengan kategori sangat rawan terkonsentrasi di bagian selatan dan timur kabupaten, terutama di daerah dengan kombinasi curah hujan tinggi, lereng curam, dan kondisi geologi yang kurang stabil. Penelitian ini menghasilkan peta zonasi kerawanan longsor yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan mitigasi bencana dan tata ruang wilayah Kabupaten Tana Toraja.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Afdalul Roihan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


