Analisis Peran Reasuransi dalam Meningkatkan Kapasitas Retensi dan Ketahanan Keuangan untuk Mendukung Keberlanjutan Perusahaan Asuransi Studi Kasus PT Reasuransi

Authors

  • Antony Japari Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi
  • Benny Gunarso Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi
  • Andesna Nanda Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi
  • May Rista Situmorang Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi

DOI:

https://doi.org/10.21009/plpb.v25i02.72058

Keywords:

reasuransi, kapasitas retensi, ketahanan keuangan, keberlanjutan

Abstract

Abstrak

Latar belakang: Reasuransi diperlukan untuk membagi eksposur, melindungi modal, dan menjaga kemampuan perusahaan asuransi memenuhi kewajiban ketika terjadi klaim besar. Penguatan kapasitas retensi dan ketahanan keuangan juga relevan bagi keberlanjutan perusahaan asuransi karena kesinambungan perlindungan risiko mendukung resiliensi ekonomi dan sosial. Tujuan: Penelitian ini menganalisis peran reasuransi dalam meningkatkan kapasitas retensi dan ketahanan keuangan serta merumuskan implikasinya bagi keberlanjutan perusahaan asuransi melalui studi kasus PT Reasuransi. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif deskriptif. Data berasal dari wawancara semi-terstruktur terhadap 10 informan yang dipilih secara purposif, observasi partisipatif terbatas selama tiga bulan, serta dokumen perusahaan dan data keuangan 2021–2024. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean awal, pengelompokan tema, penyajian matriks, dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi wawancara, observasi, dan dokumen, sedangkan konsistensi analisis dijaga dengan kode awal dan matriks tema. Data numerik dianalisis secara deskriptif tanpa pengujian kausal. Hasil: Sebanyak 80% informan menilai reasuransi berperan penting dalam stabilitas keuangan, sedangkan 20% menekankan perlindungan excess of loss. Rasio retensi klien meningkat dari 33,0% pada 2021 menjadi 42,0% pada 2024, atau 9,0 poin persentase. Pada periode yang sama, RBC meningkat dari 125,4% menjadi 132,8%, likuiditas dari 115,3% menjadi 119,4%, dan ekuitas dari Rp2.200 miliar menjadi Rp2.525 miliar. Analisis tematik mengidentifikasi diversifikasi risiko, transfer risiko, capital relief, stabilitas portofolio, regulasi, dan kemitraan reasuradur. Kesimpulan: Reasuransi berfungsi sebagai penguat kapasitas dan penyangga keuangan, tetapi bukti studi kasus tidak menunjukkan hubungan kausal. Implikasinya, kebijakan retensi perlu mengintegrasikan kecukupan modal, pengalaman klaim, batas toleransi risiko, dan risiko keberlanjutan agar perlindungan tetap tersedia dalam jangka panjang.

Kata kunci: reasuransi; kapasitas retensi; ketahanan keuangan; keberlanjutan; perusahaan asuransi.

Published

2024-09-21

How to Cite

Japari, A., Gunarso, B., Nanda, A., & Situmorang, M. R. (2024). Analisis Peran Reasuransi dalam Meningkatkan Kapasitas Retensi dan Ketahanan Keuangan untuk Mendukung Keberlanjutan Perusahaan Asuransi Studi Kasus PT Reasuransi . Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan Dan Pembangunan, 25(02), 42–49. https://doi.org/10.21009/plpb.v25i02.72058