EDUKASI KULINER KHAS TIONGKOK SEBAGAI BAHANDARI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA(SUB KEGIATAN: MEMBUAT TANGYUAN)
Keywords:
Kuliner Tiongkok, Tangyuan, Bahasa MandarinAbstract
Abstrak
Program "Edukasi Kuliner Khas Tiongkok Sebagai Bagian dari Pemahaman Lintas Budaya" merupakankegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya Tiongkok danmeningkatkan pembelajaran bahasa Mandarin melalui pendidikan berbasis kuliner. Kegiatan ini fokus
pada pelatihan pembuatan Tangyuan, yaitu makanan tradisional Tiongkok. Kegiatan ini tidak hanyamemberikan keterampilan memasak, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya. Kegiatan ini
melibatkan siswa dan guru dari SMA/SMK di DKI Jakarta dan dibagi menjadi dua sesi: seminar budayakuliner Tiongkok dan praktik langsung pembuatan Tangyuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwakegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis siswa, memperkenalkan mereka padafilosofi budaya Tiongkok, serta meningkatkan minat mereka terhadap bahasa Mandarin. 70%siswamenunjukkan minat yang lebih besar untuk mempelajari bahasa Mandarin setelah mengikuti kegiatan ini, sementara 65% siswa mengaku lebih tertarik untuk mengeksplorasi budaya Tiongkok lebih lanjut. Penggunaan teknologi dalam mempromosikan produk kuliner juga berperan dalam mendukungketerampilan praktis siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan praktis, pemahaman budaya, dan minat siswa terhadap bahasa Mandarin, serta memberikan pengalamanpembelajaran lintas budaya yang aplikatif.
Kata Kunci: Kuliner Tiongkok, Tangyuan, Bahasa Mandarin
Abstract (10pt)
The program "Chinese Culinary Education as Part of Cross-Cultural Understanding" is a community
service activity aimed at introducing Chinese culture and enhancing Mandarin language learningthrough culinary-based education. This activity focuses on training participants in making Tangyuan, atraditional Chinese dish, which not only provides cooking skills but also introduces cultural values. The
program involves high school students and teachers from senior high schools and vocational schools inDKI Jakarta and is divided into two sessions: a seminar on Chinese culinary culture and a hands-onsession on making Tangyuan. The evaluation results show that the program ef ectively improved students' practical skills, introduced them to the philosophy of Chinese culture, and increased their interest inlearning Mandarin. 70% of students showed greater interest in studying Mandarin after participating inthe program, while 65% expressed more interest in exploring Chinese culture further. The use of
technology in promoting culinary products also played a significant role in supporting students' practical
skills. Overall, this program successfully enhanced practical skills, cultural understanding, and students' interest in Mandarin language, while providing an applicative cross-cultural learning experience.
Keywords: Chinese Cuisine, Tangyuan, Mandarin Language
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Icha Fais Nurul Karimah, Hudiyekti Prasetyaningtyas, Susi Andriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



