Mitigasi Bencana melalui Penentuan Titik Evakuasi dan Arahan Jalur Evakuasi di Dusun Bogoran, Trirenggo, Kabupaten Bantul

Authors

  • M. Rizal Fathoni Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Muthmainnah Muthmainnah Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Anang Widi Nugroho Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Daffa Adli Alvito Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Aisyah Amini Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Azizah Uswatun Hardina Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Endang Widiyaningrum Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Sella Indah Wahyunika Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
  • Fadhilah Kalyana Tantri Universitas Negeri Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/sarwahita.232.02

Keywords:

titik kumpul, mitigasi bencana, gempa bumi, jalur evakuasi

Abstract

The Special Region of Yogyakarta is one of the regions in Indonesia that is highly vulnerable to earthquake disasters. Given that earthquakes are difficult to prevent entirely, mitigation efforts are crucial to reducing the resulting impacts, including the development of evacuation routes and assembly points. This community service activity aims to determine evacuation points and design effective evacuation routes in Dusun Bogoran, Trirenggo, Bantul Regency. The method employed is a bottom-up approach with a qualitative framework, integrating spatial analysis using ArcGIS and a community-based participatory approach to address field needs. Evacuation route signs were installed at five strategic locations, while three assembly points were designated in open areas that are safe from surrounding structures. The results indicate that evacuation routes in the central and southern areas are in better condition compared to the eastern area, which faces limitations in road width and access. Community perceptions of the evacuation routes and assembly points were generally positive, indicating a good understanding of the importance of disaster preparedness. However, further actions are needed, including infrastructure improvements and the strengthening of community capacity in non-structural mitigation, which should be supported by local government policies to enhance the effectiveness of evacuation efforts in the future.

 

Abstrak

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sangat rentan terhadap bencana gempa bumi. Mengingat gempa bumi sulit untuk dicegah sepenuhnya, upaya mitigasi sangat penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, termasuk melalui pengembangan jalur evakuasi dan titik kumpul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menentukan titik evakuasi dan merancang jalur evakuasi yang efektif di Dusun Bogoran, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan adalah pendekatan bottom-up dengan kerangka kualitatif, yang mengintegrasikan analisis spasial menggunakan ArcGIS dan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat untuk menjawab kebutuhan di lapangan. Rambu-rambu jalur evakuasi dipasang di lima lokasi strategis, sedangkan tiga titik kumpul ditetapkan di area terbuka yang aman dari bangunan di sekitarnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jalur evakuasi di wilayah tengah dan selatan berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah timur yang memiliki keterbatasan lebar jalan dan akses. Persepsi masyarakat terhadap jalur evakuasi dan titik kumpul secara umum positif, yang menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana. Namun demikian, diperlukan tindak lanjut berupa peningkatan infrastruktur dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi nonstruktural, yang perlu didukung oleh kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas upaya evakuasi di masa mendatang.

References

Administrator. (2020). Pelaksanaan Cor Blok Jalan Dusun Bogoran RT 002. Kelurahan Trirenggo. https://trirenggo-bantul.desa.id/first/artikel/2458-Pelaksanaan-Cor-Blok-Jalan-Dusun-Bogoran-RT-002

Bintarto, & Hadisumarno. (1979). Metode analisa geografi. LP3ES.

Deasy, A., Puji, H. K., & Nugroho, P. H. P. (2023). Disaster-resilient villages: strengthening community capacity in flood disasters managing in wetland areas. Disaster Advances, 16(4). https://doi.org/10.25303/1604da01007

Du, S. (2024). Evacuation route planning in disaster situations. Seventh International Conference on Traffic Engineering and Transportation System (ICTETS 2023). https://doi.org/10.1117/12.3015790

Duke, M. (2020). Community-Based Participatory Research. In Oxford Research Encyclopedia of Anthropology. Anthropology. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190854584.013.225

Imperiale, A., & Vanclay, F. (2016). Experiencing local community resilience in action: Learning from post-disaster communities. Journal of Rural Studies, 47, 204–219. https://doi.org/10.1016/J.JRURSTUD.2016.08.002.

Jiang, Z., Shen, S., & Ouyang, Y. (2023). Planning of reliable targeted evacuation under the threat of disasters. Ransportation Research Part C: Emerging Technologies, 153. https://doi.org/10.1016/j.trc.2023.104197

Lakshay, & Bolia, N. B. (2022). Efficient evacuation strategies for emergency response management. Journal of Emergency Management, 20(2). https://doi.org/10.5055/jem.0646

Lestari, I., & Bahri, S. (2024). Peningkatan Pelayanan Masyarakat Dengan Pembuatan Rambu Jalur Evakuasi Dan Titik Kumpul. MACOA: Jurnal PKM, 1(3). https://doi.org/10.59903/macoajurnalpkm.v1i3.249

Mei, E. T., & Rachmawati, R. (2016). No Participatory Planning for Evacuation Routes and Meeting Points in Ngargomulyo Village as a Disaster Risk Reduction Effort of Mount Merapi. Journal of Regional and City Planning, 27, 34–48. https://doi.org/10.5614/JRCP.2016.27.1.4

Nguyễn, L. T., Bostrom, A., Abramson, D. B., & Moy, P. (2023). Understanding the role of individual- and community-based resources in disaster preparedness. International Journal of Disaster Risk Reduction, 96. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2023.103882

Niken, & Setyorini, A. (2020). Tingkat Kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi di Kecamatan Pleret dan Piyungan Kabupaten Bantul. Kesehatan Al-Irsyad, 13(1), 84–92. https://doi.org/10.36746/jka.v13i1.61

Nugraha, P. G. W. S., Utari, C. I. A. C., & Saputra, I. K. A. S. T. (2024). Analisis efektivitas jalur evakuasi dan titik kumpul di sekitar TPA Suwung, Denpasar Selatan:Pendekatan Eksploratif space syntax. Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan Dan Lingkungan, 14(3). https://doi.org/10.22441/vitruvian.2024.v14i3.006

Perry, R. W. (1979). Incentives for Evacuation in Natural Disaster Research Based Community Emergency Planning. Journal of The American Planning Association, 45(4), 440–447. https://doi.org/10.1080/01944367908976988

Pusat, P. (2007). Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. In BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39901/uu-no-24-tahun-2007

Rahmadini, N. (2020). Pemetaan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Sesar Lembang. Institut Teknologi Nasional Bandung.

Sabandar, S. (2023). Gempa Bantul 2023 Tambah Daftar Deretan Gempa Yogyakarta Sejak 1840, Ini Rinciannya. Liputan6. https://www.liputan6.com/regional/read/5334611/gempa-bantul-2023-tambah-daftar-deretan-gempa-yogyakarta-sejak-1840-ini-rinciannya?page=2

Stefanus, A., Hutapea, A. T. J., & Ibrahim, W. (2022). Penentuan Jalur Evakuasi dan Shelter untuk Kawasan Pariwisata: Lokasi Studi Kecamatan Anyar. Pelita Kota, 3, 279–297. https://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/pelita/

Triatmadja, R. (2015). Numerical simulations of an evacuation from a tsunami at parangtritis beach in Indonesia. Science of Tsunami Hazaards, 34(1).

Umum, K. P. (2011). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota. https://peraturan.bpk.go.id/Details/144828/permen-pupr-no-20prtm2011-tahun-2011

Wiwaha, A. A., Rachmawati, R., & Mei, E. T. W. (2015). Penentuan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Partisipatif dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunung Merapi. Jurnal Bumi Indonesia. https://www.neliti.com/publications/222993/penentuan-jalur-evakuasi-dan-titik-kumpul-partisipatif-dalam-upaya-pengurangan-r

Yutaro, S. S., Yusran, R., Rinaldi, T. Q., & Illahi, Z. (2023). Peningkatan Kemampuan Dan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Terhadap Mitigasi Bencana Di Jorong Padang Panjang Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3), 13–21. https://doi.org/10.55606/jpmi.v2i3.2418.

Downloads

Published

2026-08-31