MENGAPA SARJANA PENDIDIKAN TIDAK MEMILIH PROFESI KEGURUAN?

(Studi Kasus di Lembaga Pendidikan Calon Guru Tata Busana di Jawa)

  • Lutfiyah Hidayati
Keywords: Sarjana Calon guru tata busana, Profesi non keguruan

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi jenis-jenis profesi non-keguruan yang saat ini dijalani oleh lulusan LPTK Tata Busana, 2) menginvestigasi tentang faktor-faktor yang melatarbelakangi para lulusan LPTK Tata Busana memilih profesi non keguruan. Artikel ini dihasilkan dari serangkaian penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang dilakukan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Sumber data adalah para lulusan LPTK Tata Busana dari Universitas Negeri Surabaya  dan  Universitas Negeri Yogyakarta yang tersebar di Pulau Jawa. Penentuan informan atau sumber data dengan teknik  purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan model Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) meliputi: 1) Reading and re-reading; 2) Initial noting; 3) Developing Emergent themes; 4) Searching for connections across emergent themes; 5) Moving the next cases; dan  6) Looking for patterns across cases. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) pilihan pekerjaan non keguruan yang digeluti para lulusan calon guru tata busana adalah sebagai karyawan dan sebagai wirausahawati baik di bidang yang terkait dengan busana maupun yang tidak terkait dengan busana, 2) faktor-faktor yang melatar belakangi pemilihan profesi non keguruan ini berasal dari diri (instrinsik) dan dari lingkungan (ekstrinsik). Cara pandang lulusan terhadap dunia keguruan dan lingkungan sekolah, pandangan terhadap  prospek bisnis busana berdasarkan pengalaman nyata yang memperkuat tekad untuk mengejar profesi non keguruan, dan pengaruh lingkungan (orangtua, pasangan hidup) dan kebiasaan di lingkungan tempat tinggal.

Published
2017-05-09
Section
Articles