Transformasi Visual Zine Kontaminasi Propaganda Dalam Perancangan Busana Avant-Garde Punk: Pendekatan Semiotika Dan Estetika

Authors

  • Audylia Rahmanisa Azahra Harlin Tata Rias dan Busana, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Haidarsyah Dwi Albahi Insitut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Nadia Rachmaya Ningrum Budiono Insitut Seni Budaya Indonesia Bandung

DOI:

https://doi.org/10.21009/JPTV.9.1.80

Abstract

The fashion industry increasingly dominated by commercial trends and design homogenisation, has narrowed the space for critical expression and conceptual exploration. Zines, as independent subcultural media, hold significant visual and ideological potential that has rarely been explored as a source of inspiration in academic fashion creation. This creative research aims to analyse the visual elements of the zine Kontaminasi Propaganda (1999) by the band Kontaminasi Kapitalis through Roland Barthes' semiotic theory and Monroe C. Beardsley's aesthetic theory, and to apply the analytical findings to the creation of an avant-garde punk fashion piece. The creation method follows Dharsono Sony Kartika's artistic creation stages: observation, experimentation, contemplation, and formation. Analysis of four selected pages, the cover, pages 11, 13, and 37 revealed a visual sign system encoding resistance, DIY spirit, critical militarism, and punk communality. The synthesis of semiotic and aesthetic findings was systematically transformed into design decisions, including a star and uzi based camouflage motif, crossed tactical strap details, studs, raw edges, screen-printed patches, and red decorative stitching. The resulting work is an avant-garde punk garment consisting of a camouflage printed hoodie top and black denim trousers with punk detail treatments, presenting a military punk visual contradiction as an aesthetic argument about resistance to power. This research demonstrates that subcultural alternative media such as zines can serve as rich and conceptually grounded sources of inspiration in contemporary academic fashion creation.

Abstrak: Perkembangan industri fesyen yang didominasi tren komersial dan homogenisasi desain mempersempit ruang bagi ekspresi kritis dan eksplorasi konseptual. Zine sebagai media independen subkultur menyimpan potensi visual dan ideologis yang belum banyak diangkat sebagai sumber inspirasi penciptaan busana dalam konteks akademik. Penelitian penciptaan ini bertujuan menganalisis elemen visual zine Kontaminasi Propaganda (1999) karya band Kontaminasi Kapitalis menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan teori estetika Monroe C. Beardsley, serta menerapkan hasil analisis tersebut ke dalam penciptaan sebuah karya busana avant-garde punk. Metode penciptaan yang digunakan mengacu pada tahapan kreasi artistik Dharsono Sony Kartika, meliputi observasi, eksperimen, perenungan, dan pembentukan. Dari keseluruhan empat halaman zine yang dianalisis secara mendalam, sampul, halaman 11, 13, dan 37 teridentifikasi sistem tanda visual yang memuat makna resistensi, DIY, militerisme kritis, dan komunalitas punk. Sintesis hasil analisis semiotika dan estetika kemudian ditransformasikan ke dalam keputusan desain busana secara sistematis, mencakup pemilihan motif camouflage berbasis bintang dan senjata uzi, detail topi ushanka, studs, raw edge, patch sablon, dan jahitan dekoratif berwarna merah. Karya yang dihasilkan berupa busana avant-garde punk dengan atasan cropped bermotif camouflage dan celana denim hitam detail studs punk, yang menampilkan kontradiksi visual militer punk sebagai argumen estetis tentang resistensi terhadap kekuasaan. Penelitian ini membuktikan bahwa media alternatif subkultur seperti zine dapat menjadi sumber inspirasi yang kaya dan konseptual dalam penciptaan busana akademik kontemporer.

 

Published

2026-10-27