The Role of Islamic Mass Organizations In The History Of Cultural In South Sulawesi (1905-1998)

Penulis

  • Ainun Syafitri Muslimin Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Safriadi Universitas Hasanuddin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/hayula.009.02.03

Kata Kunci:

Organisasi Islam, Sejarah Islam Lokal, Sulawesi Selatan Indonesia, dinamika budaya, masyarakat sipil Islam

Abstrak

Abstrak

Artikel ini membahas peran organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam sejarah perkembangan Islam di Sulawesi Selatan, Indonesia, pada rentang waktu 1905 hingga 1998. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kontribusi ormas Islam dalam membentuk kehidupan keagamaan dan dinamika sosial budaya di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review), melalui analisis terhadap dokumen sejarah, publikasi ilmiah, dan arsip organisasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemunculan ormas Islam didorong oleh semangat patriotisme dan nasionalisme yang berkembang pada masa kolonial dan pascakolonial. Organisasi seperti Sarekat Islam, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran beragama, memperkuat pembangunan masyarakat, serta mendorong kohesi sosial di Sulawesi Selatan. Masing-masing ormas memiliki strategi perjuangan yang berbeda sesuai dengan orientasi ideologis dan konteks budaya yang dihadapi, namun secara umum berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan masyarakat dalam ajaran Islam. Kajian ini menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil Islam dalam membentuk identitas keagamaan dan dinamika sosial di tingkat lokal.

Referensi

Abdullah, Anzar. (2016) “Islamisasi Di Sulawesi Selatan Dalam Perspektif Sejarah.” Paramita: Historical Studies Journal 26, No. 1 86–94. Https://Doi.Org/10.15294/Paramita.V26i1.5148.

Abdullah, I. (2020). Pesantren dan Modernitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abd Kadir Ahmad (2019) Literasi Ulama dan Wacana Keislaman Awal Abad ke 20 di Sulawesi Selatan. Al Qalam, DOI:10.31969/alq.v25i1.702

Al Rasyid & Ilyas (2022) Islamic Scholars’ Network in South Sulawesi at the 20th Century: A Note in Wajo and Soppeng. Al Qalam: Jurnal Penelitian Agama & Sosial Budaya, 28(1), 1–14

Annisa Nurdiassa dkk. (2019) Eksistensi Organisasi Islam di Sulawesi Selatan: Studi Gerakan Sosial Politik Front Pembela Islam di Kota Makassar. Jurnal Politik Profetik, DOI:10.24252/profetik.v7i1a1

Azra, A. (2002). Jaringan ulama: Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana.

Bambang Sulistyo (2014) — Malay Emigrants and Their Islamic Mission in South Sulawesi in 16th to 17th Century. TAWARIKH: International Journal for Historical Studies, 6(1), 53–66.

Basori, A. (2020). Fiqh Tawasuth Perspektif Nahdlatul Ulama. Malang: LPM STAINU.

Blackburn, S. H. (2004). Women and Religion in Indonesia: Diverse Voices from a Muslim Society. Routledge.

Bruinessen, M. van. (1995). NU: Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, dan Pencarian Wacana Baru. Bandung: Mizan.

Cammack, M., et al. (2010). Islamic Education in Indonesia and the Middle East. Routledge.

Damarjati, Danu. “Survei: Mayoritas Muslim Indonesia Antiormas Radikal, Yang Pro 9%,” 2 Juni 2021. Https://News.Detik.Com/Berita/D- 3839810/Survei-Mayoritas- Muslim-Indonesia- Antiormas- Radikal-Yang-Pro-9.

Darmawijaya, &Irwan Abbas. (2014) “Sejarah Muhammadiyah Di Sulawesi Selatan 1926 1942.” Jurnal Lektur Keagamaan12,No.2: 465–78. Https://Doi.Org/10.31291/Jlk.V12i 2.44.

Effendy, B. (2001). Islam and the State in Indonesia. Singapore: ISEAS.

Endang Muryanti,(2006). “Sarekat Islam Semarang Tahun 1913- 1920.” Other, Universitas Negeri Semarang. Http://Lib.Unnes.Ac.Id/2358/.

Fadhli, M. (2017). “Kearifan Lokal dan Dakwah Kultural NU di Sulawesi Selatan,” Jurnal Dakwah dan Budaya, 15(2), 98–112.

Fealy, G., & White, S. (Eds.). (2008). Expressing Islam: Religious life and politics in Indonesia. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Goncing, H. (2015). Peran NU dalam Perjalanan Politik Bangsa. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hamzah Harun Al Rasyid & Husnul Fahima Ilyas (2022) — Islamic Scholars’ Network in South Sulawesi at the 20th Century: A Note in Wajo and Soppeng. Al Qalam: Jurnal Penelitian Agama & Sosial Budaya, 28(1).

Hayati, N. R. (2018). “Kiprah Ormas Islam Di Bidang Pendidikan.” Al Ghazali 1, No. 1 : 133– 44. Https://Www.Ejournal.Stainupwr. Ac.Id/Index.Php/Al_Ghzali/Article /View/64.

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton University Press.

Ismail, F. (2016). Islam, Politics and Ideology in Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Ismail Suardi Wekke, Abdi Alam & Dawabsheh et al. (2024)

Negotiating Power: The Political Landscape of Muhammadiyah in South Sulawesi, Indonesia. Asian Political Science Review, DOI:10.14456/apsr.2024.12.

Khaeruddin, K. (2024). The Role of Islamic Mass Organizations in the History of the Development of Islam in South Sulawesi Before Independence (1913–1945). Yupa: Historical Studies Journal, 8(3), 429–438. https://doi.org/10.26858/yupa.v8i3.210

Lolytasari, & Lilik Istiqoriyah. (2018): “Arsip Sejarah Ormas Islam: Studi Kasus Penyelamatan Arsip Nadhlatul Ulama Dan Muhammadiyah.” Buletin Al-Turas 24, No. 1 :107–24. Https://Doi.Org/10.15408/Bat.V24i 1.7362.

Lubis, N. (1997). Syekh Yusuf al-Tajul Makassari: Menyingkap Intisari Segala Rahasia. Bandung: Mizan.

Lukens-Bull, R. (2005). A Peaceful Jihad: Negotiating Identity and Modernity in Muslim Java. New York: Palgrave Macmillan.

Mattulada. )1976). “Bugis-Makassar: Manusia dan Kebudayaan” Berita Antropologi No.16, Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Michael, Anthonius, Masruri & Husein (2023) Exploring the Gradual Islamization of Tana Toraja in South Sulawesi: History, Development, and Challenges. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 24(2), 134–143

Muhammadiyah Dan Al-Washliyah Di Sumatera Utara; Sejarah, Ideologi, Dan Amal Usahanya | Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman.” Diakses 4 Juni 2021.Http://Ejournal.Iainkerinci.Ac.Id/In.Php/Islamika/Article/View/397.

Muhammad Dahlan (2013) — Proses Islamisasi melalui Dakwah di Sulawesi Selatan dalam Tinjauan Sejarah. Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 1(01).

Fokus: Tahapan Islamisasi wilayah Sulsel melalui dakwah, termasuk transmisi budaya dan peran ormas awal Gowa Tallo.

Nasihin, N., Junaeda, J., & Tajuddin, M. S. (2024). Islamization in South Sulawesi and its institutionalisation as the state religion (1605–1611). KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, 32(2), https://doi.org/10.19105/karsa.v32i2.13834

Nurkasri Wulan dkk. (2022) Organisasi Pelajar Islam Indonesia Sulawesi Selatan 1950–1960. Phinisi Integration Review, 5(2),

Padmo, Soegijanto. (2007). “Gerakan Pembaharuan Islam Indonesia Dari Masa Ke Masa: Sebuah Pengantar” 19 :151–60.

Pemerintah Kota Makassar. “Geografis – Website Resmi Pemerintah Kota Makassar,”2 Juni 2021. Https://Makassarkota.Go.Id/Geogr afis/.

Rachmat, H. (2022). “Dialog Antarumat Beragama di Sulawesi Selatan: Peran Organisasi Keagamaan,” Jurnal Sosial Keagamaan, 30(1), 22–35.

Raja, Aminuddin. (2011). “Kekuatan Menentukan Dalam Perkembangan Islam Di Sulawesi Selatan (Studi Abad Xvi- Xvii).” Jurnal Adabiyah 11, No. 2 277–86. Http://103.55.216.56/Index.Php/Ad abiyah/Article/View/1732.

Rusydi, R. (2016). “Peran Muhammadiyah ( Konsep Pendidikan, Usaha-Usaha Di Bidang Pendidikan, Dan Tokoh).” Tarbawi : Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, No. 2 : 139–48. Https://Doi.Org/10.26618/Jtw.V1i2..367.

Sewang, Ahmad M. 2005. Islamisasi Kerajaan Gowa Abad ke-XVI Sampai Abad ke XVII. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sulistyo, Bambang. (2014). “Konflik, Kontrak Sosial, Dan Pertumbuhan Kerajaan- Kerajaan Islam Di Sulawesi Selatan.” Sosiohumanika 7, No. 1 Https://Doi.Org/10.2121/Sosiohum anika.V7i1.495.

Sulistyo, B. (2014). Kerajaan Gowa dan Perkembangan Islam di Sulawesi Selatan. Jurnal Sejarah dan Budaya, 12(1), 45-60.

Tajuddin, Muhammad Saleh. (2017). “Pemikiran Dan Gerakan Politik Organisasi Wahdah Islamiyah (Wi) Di Sulawesi Selatan.” Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 17, No. 1 215–30. Http://103.55.216.56/Index.Php/Al fikr/Article/View/2279.

Ulum, Miftahul, Dan Abd Wahid. (2019). “Fikih Organisasi (Reaktualisasi Sejarah Nahdlatul Ulama (Nu) Di Indonesia).” Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 5, No. 2: 54–75.Https://Doi.Org/10.35309/Alinsyir oh.V5i2.3517.

Utomo, Bambang Budi. (2011). Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam. Jakarta: Direktorat Geografi Sejarah.

Van Dijk, K. (1986). "Islamic Traditions and Local Cultures in Indonesia," in Islam in an Era of Nation-States: Politics and Religious Renewal in Muslim Southeast Asia, University of Hawaii Press.

Wahid, Din. “Kembalinya Konservatisme Islam Indonesia.” Studia Islamika 21, No. 2 (31 Agustus 2014): 375– 90. Https://Doi.Org/10.15408/Sdi.V21i 2.1043.

Woodward, M. R. (1989). Islam in Java: Normative Piety and Mysticism in the Sultanate of Yogyakarta. Tucson: University of Arizona Press.

Diterbitkan

2025-07-25

Cara Mengutip

Ainun Syafitri Muslimin, & Safriadi. (2025). The Role of Islamic Mass Organizations In The History Of Cultural In South Sulawesi (1905-1998). Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-Disiplin, 9(2), 177–208. https://doi.org/10.21009/hayula.009.02.03

Artikel Serupa

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.