Perubahan Makna dan Penggunaan Tabu Bahasa dalam Bahasa Melayu Pontianak

Authors

  • Fausta Kusuma Alfisyahr Universitas Sebelas Maret
  • Chattri Sigit Widyastuti Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.21009/risenologi.111.09

Keywords:

Melayu Pontianak, Perubahan Makna, Tabu bahasa

Abstract

This study examines language taboo in Pontianak Malay by analyzing the changes in meaning and usage of taboo expressions within their social context. The research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews with a native speaker. The findings identify several categories of taboo expressions present in the data, particularly those related to profanity and politeness in everyday interaction. The results indicate that the use of taboo language is influenced by social context, speaker relationships, and prevailing norms of politeness. In addition, some taboo expressions show a tendency of semantic change, reflecting the dynamic nature of language use within the speech community. This study contributes to a better understanding of the relationship between language and social values in Malay-speaking communities, especially in the context of taboo language usage.


ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji tabu bahasa dalam bahasa Melayu Pontianak dengan menelaah perubahan makna dan penggunaan ungkapan tabu dalam konteks sosial. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara dengan penutur asli. Pada penelitian ini, ditemukan beberapa kategori tabu yang muncul dalam data, seperti makian dan ungkapan yang berkaitan dengan kesopanan dalam interaksi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tabu bahasa dipengaruhi oleh konteks sosial, relasi antarpenutur, serta nilai kesopanan yang berlaku dalam masyarakat. Selain itu, terdapat kecenderungan perubahan makna pada beberapa leksikon tabu yang menunjukkan dinamika penggunaan bahasa dalam lingkungan penutur. Kajian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai hubungan antara bahasa dan nilai sosial dalam masyarakat Melayu, khususnya dalam konteks penggunaan tabu bahasa.

References

Al Farobi, M., Aminullah, M. A., & Mulyanti, T. (2022). Tabu ungkapan dalam budaya bahasa Jawa Ngapak Banyumasan. Risenologi, 7(2), 80–85. https://doi.org/10.47028/j.risenologi.2022.72.310

Allan, K., & Burridge, K. (2006). Forbidden Word: Taboo and the Censoring Of Language. Cambridge: Cambridge University Press.

Boriri, A., Djais, I., Bane, K., & Tawakali, F. (2022). Ungkapan tabu dalam sapaan kekerabatan bahasa Galela pada masyarakat desa duma kecamatan Galela Barat. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 06(02), 118–131. https://doi.org/10.22437/titian.v6i2.20668

Faizi, A., Ahsan, M., & Rizal, S. (2024). Kata-kata tabu bahasa Madura : Strategi komunikasi khas Madura. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 10(2), 1257–1271. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i2.3409

Hassan, H., Yusoff, R., & Sahar, N. S. (2021). Pengetahuan bersama tentang tabu dalam masyarakat silang budaya sebagai jaminan kesantunan berbahasa. Jurnal Melayu Sedunia, 4(1), 42–74.

Moelong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution, A. F. (2025). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Harfa Creative.

Pasaribu, G. R., & Mubshirah, D. (2025). Analisis bahasa tabu pada dialek Melayu Labuhan Batu Utara. Pendis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 4(2), 59–73. https://doi.org/10.61721/pendis.v4i2.667

Putra, V. F. A., & Widyastuti, C. S. (2025). Penggunaan bahasa tabu masyarakat Ringinrejo Boyolali dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Adat dan Budaya, 7(1), 41–47. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i1.89612

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D (Vol. 19). Alfabeta Bandung.

Wahab, H. A., Kamil, S. M., & Gedat, R. (2020). Bentuk dan penggunaan bahasa halus dalam masyarakat Melayu dan Iban di Sarawak. Issues in Language Studies, 9(1), 15–27. https://doi.org/10.33736/ils.2103.2020

Wati, J., & Selegam, S. (2023). Culture shock pada mahasiswa di Pontianak. Jurnal Pendidikan, Kebudayaan Dan Keislaman, 2(2), 91–97. https://doi.org/10.24260/jpkk.v2i2.1593

Downloads

Published

2026-05-30