Prefiks N- pada Bahasa Gaul di Media Sosial

Authors

  • Annas Rohmanda Purbaningrum Universitas Sebelas Maret
  • Bakdal Ginanjar Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.21009/risenologi.111.06

Keywords:

Bahasa Gaul, Media Sosial, Prefiks

Abstract

This study aims to describe the use of the prefix N- in colloquial Indonesian on social media from amorphological perspective. In standard Indonesian, the prefix N- functions to form action verbs throughthe allomorph meN-, meng-, meny-, and men-. However, in colloquial language, this prefix undergoeschanges in morphophonemic patterns as well as shifts in semantic categories. The data were collected usingobservation and note-taking techniques from social media posts and comments that contain the use of theprefix N-. The analysis was conducted using the distributional method with the Immediate Constituent Analysis (ICA) technique. The findings show that the prefix N- is realized in the forms Ng-, Ny-, and Nge- without consistently following standard morphophonemic rules. In addition, N- no longer formsaction verbs but instead produces expressive predicates that indicate intensity of properties, visual qualities,or resemblance, as seen in forms such as nganjing, nyandu, and ngevisual. This indicates the presence ofproductive morphological innovation in modern colloquial Indonesian.


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan prefiks N- dalam bahasa gaul di media sosial dari perspektif morfologi. Prefiks N- pada bahasa Indonesia baku berfungsi membentuk verba aksi melalui alomorf meN-, meng-, meny-, dan men-. Akan tetapi, dalam bahasa gaul, prefiks ini mengalami perubahan pola morfofonemis serta pergeseran kategori makna. Data penelitian diperoleh melalui teknik simak dan catat terhadap unggahan serta komentar di media sosial yang memuat penggunaan prefiks N-. Analisis dilakukan menggunakan metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prefiks N- direalisasikan dalam bentuk Ng-, Ny-, dan Nge- tanpa selalu mengikuti kaidah morfofonemis baku. Selain itu, prefiks N- tidak lagi membentuk verba aksi, tetapi menghasilkan predikat ekspresif yang menandai intensitas sifat, kualitas visual, atau kemiripan, seperti pada bentuk nganjing, nyandu, dan ngevisual. Hal ini menunjukkan adanya inovasi morfologis yang produktif dalam bahasa gaul modern.

 

References

Alwi, H., Darjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moelion, S. M. (1998). Tata bahasa baku bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Gandura, C., Umar, F. A., & Muslimin. (2021). Pemakaian dan penulisan prefiks dalam teks berita politik pada koran harian Gorontalo Post Edisi Oktober 2020. Jambura: Journal of Linguistics and Literature, 2(2), 112–119.https://doi.org/10.37905/jjll.v2i2.13082

Katamba, F. (1993). Morphology. Macmillan Education.

Mahsun, M. (2011). Metode penelitian bahasa: Tahapan, strategi, dan tekniknya. PT Raja Grafindo Persada.

Matthews, P. H. (1997). Morphology. Cambridge University Press.

Moeliono, A. M. (2017). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (4th ed.). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nurliza, N. S., Hidayah, N., Azzahra, S. V., & Ginanjar, B. (2025). Afiks Ng- pada bahasa gaul di media sosial beserta padanan formalnya: Kajian morfologi. Linguistik Indonesia, 43(1), 81–98.https://doi.org/10.26499/li.v43i1.673

Rachman, A., Henanggil, M. D. F., Sari, H. Y., & Putri, D. S. (2024). Penggunaan prefiks Di- dan Ter- oleh pemelajar BIPA: Kajian berbasis linguistik korpus. Prosiding Seminar Nasional Sosial Dan Humaniora, 1,122–127. https://doi.org/10.29303/sh.v1i1.950

Ramlan, M. (2012). Morfologi. CV. Karya Toha Putra.

Sarwono, S. W. (2004). Psikologi remaja. Raja Grafindo Persada.

Sudaryanto, S. (2015). Metode linguistik: Pengantar penelitian bahasa. Duta Wacana University Press.

Sumarwah, Agustin, Y., & Ur Rohmah, L. (2024). Prefiks di- dan meN- pada karangan narasi siswa SMP di KotaTangerang Selatan. Widyantara, 2(2), 127–136. https://doi.org/10.63629/widyantara.v2i2.127

Downloads

Published

2026-05-22