The Contestation of Feminism and Religious Authority and Its Implication in Islamic Education

Penulis

  • Ai Fatimah Nur Fuad University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Indonesia
  • Alif Rizky Ramadhan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/hayula.007.02.01

Kata Kunci:

Feminisme, Perempuan, Islam, Otoritas Keagamaan, Pendidikan Islam

Abstrak

Feminisme dan otoritas keagamaan merupakan dua kerangka konseptual yang selama ini menjadi pokok bahasan dalam pendidikan Islam. Kedua konsep tersebut mengalami kontestasi yang berkelanjutan karena perbedaan perspektif dan praktek ditengah komunitas Muslim mengenai dua konsep tersebut. Feminisme disatu sisi adalah gerakan yang mengadvokasi kesetaraan gender dan mengkritisi marginalisasi perempuan dalam masyarakat. Feminisme seringkali mempertanyakan budaya patriarki yang membatasi agensi perempuan. Disisi lain, otoritas keagamaan seringkali digambarkan sebagai ranah yang didominasi laki-laki. Tulisan ini bertujuan mengelaborasi bagaimana feminisme menentang otoritas keagamaan (traditional dan konservative) dan sejauh mana implikasinya terhadap pendidikan Islam? Pertanyaan ini dijawab melalui metode kualitatif berbasis kajian pustaka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa feminisme menantang dominasi laki-laki terkait otoritas keagamaan. Feminisme menekankan perlunya lembaga pendidikan Islam menerapkan prinsip egaliter dalam Islam yang menempatkan laki-laki setara dengan perempuan dan mempromosikan peran, kepemimpinan dan otoritas keagamaan perempuan. Temuan penelitian ini akan berkontribusi dalam membangun kembali pendidikan Islam yang lebih egaliter yang memberdayakan perempuan dan membentuk masyarakat Muslim yang lebih inklusif.

Biografi Penulis

Alif Rizky Ramadhan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta, Indonesia

 

 

Referensi

Abbas, N. (2020). Dampak Feminisme Pada Perempuan. AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, 14(2), 187–198.
Abou El Fadl, K. (2001). Speaking in God’s name: Islamic law, authority and women. Simon and Schuster.
Abugideiri, H. (2010). Revisiting the Islamic past, deconstructing male authority: The project of Islamic feminism. Religion & Literature, 42(1/2), 133–139.
Abu-Lughod, L. (1990). The romance of resistance: Tracing transformations of power through Bedouin women. American Ethnologist, 17(1), 41–55.
Adaruddin, S. (2020). Feminisme Perspektif Islam. AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, 14(2), 245–253.
Adlin, A. (2016). Michel Foucault: Kuasa/Pengetahuan,(Rezim) Kebenaran, Parrhesia. Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 1(1), 13–26.
Ahmed, L. (1992). Women and gender in Islam: Historical roots of a modern debate. Yale University Press.
Akmaliyah, A., & Khomisah, K. (2020). Gender Perspektif Interpretasi Teks dan Kontekstual. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 19(1), 50–64.
Aulia, R. N. (2013). Rimpu: Budaya Dalam Dimensi Busana Bercadar Perempuan Bima. Jurnal Studi Al-Qur'an, 9(2), 94-108.Barazangi, N. H. (2004). Muslim women’s education: Between East and West. In Muslim women’s education: Between East and West. Holmes and Meier Publishing.
Barlas, A. (2001a). Muslim women and sexual oppression: Reading liberation from the Quran. Macalester International, 10(1), 15.
Barlas, A. (2001b). The Qur’an and Hermeneutics: Reading the Qur’an’s Opposition to Patriarchy. Journal of Qur’anic Studies, 3(2), 15–38.
Darajat, Z. (2017). Muhammadiyah dan NU: Penjaga Moderatisme Islam di Indonesia. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 1(1), 79–94.
Derrida, J. (2016). Of grammatology. Jhu Press.
Fletcher, C. D. (2005). The methodology of Abdolkarim Soroush: A preliminary study. Islamic Studies, 44(4), 527–552.
Foucault, M. (2019). Power: the essential works of Michel Foucault 1954-1984. Penguin UK.
Fuad, A. F. N. (2019). Modernity and The Islamists Notion of Active Da’wa. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 15(2), 187–202. https://doi.org/10.18196/aiijis.2019.0102.187-202
Fuad, A. F. N. (2021). Female Religious Authority among Tarbiyah Communities in Contemporary Indonesia. Archipel. Études Interdisciplinaires Sur Le Monde Insulindien, 102, 187–207. https://doi.org/10.4000/archipel.2657
Haramain, M. (2019). Dakwah Pemberdayaan Perempuan: Telaah Pemikiran Qasim Amin Tentang Kesetaraan Gender. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 5(2), 218–235.
Haris, M. (2015). Kepemimpinan Perempuan dalam Islam. ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman, 15(1), 81–98.
Himmah, D. N. A., & Yaqien, N. (2017). Kepemimpinan Perempuan Dalam Perspektif Islam. J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam), 2(2), 142–147.
Hoodfar, H. (1996). Bargaining with fundamentalism: Women and the politics of population control in Iran. Reproductive Health Matters, 4(8), 30–40.
Ilyas, Y. (2002). Problem Kepemimpinan Perempuan Dalam Islam : Tinjauan Tafsir Al-Qur’an. Tarjih: Jurnal Tarjih Dan Pengembangan Pemikiran Islam, 3(1), 63–73.
Irawaty, I., & Darojat, Z. (2019). Kedudukan dan Peran Perempuan dalam Perspektif Islam dan Adat Minangkabau. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 3(1), 59–76.
Jaya, D. (2019). Gender dan Feminisme: Sebuah Kajian dari Perspektif Ajaran Islam. Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal Al-Syakhsiyyah, 4(01), 19–40.
Jaya, M. (2020). Penafsiran Surat An-Nisa’ Ayat 34 Tentang Kepemimpinan dalam Al-Quran. At-Tanzir: Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, 241–268.
Keddie, A. (2018). Disrupting (gendered) Islamophobia: The practice of feminist ijtihad to support the agency of young Muslim women. Journal of Gender Studies, 27(5), 522–533.
Khoer, F. I., Gustiawati, S., & Yono, Y. (2022). Kepemimpinan Perempuan Dalam Perspektif Hukum Islam. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 4(1), 42–49.
Kholis, M. N. (2015). Konsep Kepala Keluarga Antara Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Surat An Nisa (4) Ayat 34. Istinbath: Jurnal Hukum, 12(2), 274–290.
Leschi, D. (1996). F. Muel-Dreyfus, Vichy et l’éternel féminin. Politix. Revue Des Sciences Sociales Du Politique, 9(34), 228–231.
Lubis, S. A. S. (2022). Renewal of Ijtihad in the Modern Era: Historical Background and Current Developments. International Journal Reglement & Society (IJRS), 3(2), 107–115.
Mahfud, C. (2019). Understanding Education of Authoritative Islamic Law Perspective Khaled Abou el Fadl. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 6(1), 1–12.
Mahmood, S. (2001). Feminist theory, embodiment, and the docile agent: Some reflections on the Egyptian Islamic revival. Cultural Anthropology, 16(2), 202–236.
Mahmudah, N. (2016). Perempuan Dalam Relasi Kuasa Tafsir Al Qur’an: Telaah Atas Corak Tafsir Ummu Salamah RA. PALASTREN: Jurnal Studi Gender, 6(2), 421–440.
Margot, B. (2009). Feminism in Islam: Secular and religious convergences. Oneworld.
Mas’udah Al Mas’udah, A. (2018). Agama dan Pemikiran Keagamaan (Membedah Teori Abdulkarim Soroush Tentang Qabdh Wa Bast). Jurnal Al Himayah, 2(1), 1–16.
Masri, D. (2021). Keutamaan pria sebagai pemimpin. ANSIRU PAI: Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 5(2), 156–167.
Mayer, A. E. (2016). Islamic Law and Human Rights: Conundrums and Equivocations. In Religion And Human Rights (pp. 177–198). Routledge.
Mir-Hosseini, Z. (2003). Muslim Women's quest for equality: between Islamic Islamic Law and feminism. Critical Inquiry, 32 (4), 629-645.
Moghadam, V. M. (2001). Feminism and Islamic fundamentalism: A secularist approach. Journal of Women’s History, 13(1), 42–45.
Moghadam, V. M. (2002). Islamic feminism and its discontents: Toward a resolution of the debate. Signs: Journal of Women in Culture and Society, 27(4), 1135–1171.
Moghissi, H. (1999). Feminism and Islamic fundamentalism: The limits of postmodern analysis. Zed books.
Narulita, S. (2015). Psikologi Islam Kontemporer. Jurnal Studi Al-Qur'an, 11(1), 55-69.
Patros, A., & Anggelia, C. (2021). Polemik Desakan Pengesahan RUU PKS: Suatu Tinjauan Sistem Hukum Nasional dan Perspektif Hak Asasi Manusia. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 7(2), 628–640.
Pratama, R. A. (2021). Pemikiran Foucault dan Baron: Kekuasaan dan Pengetahuan dalam Pendidikan dan Bahasa. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(1), 33–43.
Putry, R. (2015). Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 5(2), 231–260.
Rahmat, A. (2021). Abdulkarim Soroush dan Evolusi Pemahaman Agama: Sebuah Asumsi Dasar dalam Ijtihad. IJTIHAD, 37(2), 91–100.
Rochefort, F. (2000). Féminisme et protestantisme au xix e siècle, premières rencontres 1830-1900. Bulletin de La Société de l’Histoire Du Protestantisme Français (1903-), 69–89.
Ross, S. A. (2001). Féminisme et théologie. Raisons Politiques, 4, 133–146.
Rusydiana, N. R. U., & Azami, H. T. (2021). Interpretation QS. an-Nisa’: 34 Perspectives of Amina Wadud Muhsin and The Implication of Her Thinking In Indonesia. Jurnal Ushuluddin, 29(1), 87–100.
Saʻdāwī, N. (1997). The Hidden Face of Eve: Women in the Arab World. Zed books.
Sahin, A. (2018). Critical issues in Islamic education studies: Rethinking Islamic and Western liberal secular values of education. Religions, 9(11), 335.
Said, M., Putri, M. A., Trirahayu, D., & Ismail, A. (2021). An Instrument for Assessing the Performance of University Research with a Gesi-Perspective. Advances in Social Sciences Research Journal, 8(1).
Seedat, F. (2016). Beyond the Text: Between Islam and Feminism. Journal of Feminist Studies in Religion, 32(2), 138–142.
Sholihah, F. (2020). Pengaruh Sosiologi Dalam Fiqh Kepemimpinan Wanita. Jurnal Hadratul Madaniyah, 7(2), 31–41.
Sofyan, M. (2015). Konsep Hermeneutika Otoritatif Khaled Abou El-Fadl. KALAM, 9(2), 373–392.
Soroush, A. (2000). Reason, Freedom, & Democracy in Islam: Essential Writings of ʻAbdolkarim Soroush. Oxford University Press.
Sufyan, A., & Irwan, I. (2022). Agama vs Ilmu Agama: Sebuah Pembacaan Teori Epistemologis Abdul Karim Soroush. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 6(1), 14–21.
Suriansyah, E. (2017). Merombak Struktur, Membentuk Kultur (Studi Pemikiran Siti Musdah Mulia). Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 13(2), 293–317.
Suwastini, N. K. A. (2019). Perkembangan feminisme Barat dari abad kedelapan belas hingga post feminisme: Sebuah Tinjauan Teoretis. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1).
Syafiuddin, A. (2018). Pengaruh Kekuasaan Atas Pengetahuan (Memahami Teori Relasi Kuasa Michel Foucault). Refleksi Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam, 18(2), 141–155.
Tohidi, N. (2003). Islamic feminism: Perils and promises. Middle Eastern Women on the Move, 135–146.
Wadud, A. (1999). Qur’an and woman: Rereading the sacred text from a woman’s perspective. Oxford University Press, USA.
Wadud, A. (2013). Inside the gender Jihad: women’s reform in Islam. Simon and Schuster.

Diterbitkan

2023-07-30

Cara Mengutip

Nur Fuad, A. F. ., & Rizky Ramadhan, A. . (2023). The Contestation of Feminism and Religious Authority and Its Implication in Islamic Education. Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-Disiplin, 7(2), 125–142. https://doi.org/10.21009/hayula.007.02.01

Artikel Serupa

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.